
Merosot, kurs dolar AS

New York (ANTARA) - Kurs dolar AS merosat di pasaran atas mata uang asing lainnya pada akhir perdagangan Jumat pagi WIB, karena investor gelisah pada akhir tahun.
Pasar mempertimbangkan dampak pelonggaran cepat China atas aturan ketat COVID-19 dengan lonjakan infeksi baru.
"China adalah salah satu kunci menurut saya hingga 2023 dan apa yang terjadi pada ekonomi global," kata Chris Gaffney, Presiden Pasar Dunia di TIAA Bank.
Menyusul pencabutan aturan karantina China untuk pelancong yang masuk mulai 8 Januari, Amerika Serikat, Jepang, India, dan negara lain mengatakan mereka akan mewajibkan tes COVID untuk pelancong dari China.
"Jika mereka dapat bangkit kembali dari pelambatan dramatis yang telah kita lihat, itu membantu pertumbuhan keseluruhan pada skala global, tetapi di sisi lain, itu juga dapat menyebabkan permintaan energi yang lebih tinggi dan lebih banyak permintaan berarti harga yang lebih tinggi," kata Gaffney.
Setelah mencapai tertinggi satu minggu terhadap yen pada Rabu (28/12), yang melihat dolar AS menyentuh 134,40, greenback mencapai sesi terendah terhadap yen pada Kamis (29/12). Dolar AS terakhir turun 1,1 persen terhadap yen menjadi 133,005.
Dolar AS juga jatuh terhadap franc Swiss ke level 0,9208, level terendah sejak 31 Maret. Terakhir turun 0,71 persen terhadap franc Swiss di 0,922.
Terhadap sekeranjang mata uang, indeks dolar AS turun 0,479 persen menjadi 103,840, setelah naik 0,18 persen di sesi sebelumnya.
Penurunan itu mungkin merupakan reaksi terhadap angka baru klaim pengangguran AS pada Kamis (29/12), kata Steve Englander, Kepala Penelitian Valas G10 di Standard Chartered.
Departemen Tenaga Kerja menemukan bahwa jumlah orang yang menerima tunjangan setelah minggu pertama bantuan naik menjadi 1,710 juta pada pekan yang berakhir 17 Desember. Yang disebut klaim berkelanjutan, proksi untuk perekrutan, telah naik lebih tinggi sejak awal Oktober.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar jatuh, pedagang mencerna prospek China dan klaim pengangguran AS
Pewarta : Apep Suhendar
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
