Logo Header Antaranews Jogja

Anjlok, harga emas

Jumat, 6 Januari 2023 06:45 WIB
Image Print
Dokumentasi - Batangan emas di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria di Wina, Austria, Jumat (18/3/2016). ANTARA/REUTERS/Leonhard Foeger/am.

Chicago (ANTARA) - Anjlok harga emas pada perdagangan Jumat pagi WIB, menghentikan kenaikan empat hari berturut-turut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok 18,40 dolar AS atau 0,99 persen menjadi ditutup pada 1.840,60 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menembus tertinggi sesi di 1.864,30 dolar AS dan terendah di 1.829,90 dolar AS.

Emas berjangka terangkat 12,90 dolar AS atau 0,70 persen menjadi 1.859,00 dolar AS pada Rabu (4/1/2023), setelah melonjak 19,9 dolar AS atau 1,09 persen menjadi 1.846,10 dolar AS pada Selasa (3/1/2024), dan menguat 0,20 dolar AS atau 0,01 persen menjadi 1.826,20 dolar AS pada Jumat (30/12/2022).

Bursa Comex ditutup pada Senin (2/1/2023) untuk hari libur Tahun Baru.

Dolar AS terapresiasi pada perdagangan Kamis (5/1/2023) karena pasar bereaksi terhadap serangkaian data pasar tenaga kerja, dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melonjak 0,77 persen menjadi 105,0490.

IBerita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas jatuh 18,40 dolar karena ambil untung dan "greenback" menguat



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026