
Naik tinggi, harga emas

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak 29,10 dolar AS atau 1,58 persen menjadi ditutup pada 1.869,70 dolar AS per ounce, setelah mencapai puncak sesi di 1.874,80 dolar AS, merupakan level tertinggi sejak 17 Juni.
Untuk minggu ini, emas berjangka terangkat 2,40 persen, naik untuk keenam kalinya dalam tujuh minggu.
Emas berjangka anjlok 18,40 dolar AS atau 0,99 persen menjadi 1.840,60 dolar AS pada Kamis (5/1/2022), setelah bertambah 12,90 dolar AS atau 0,70 persen menjadi 1.859,00 dolar AS pada Rabu (4/1/2023), dan terangkat 19,9 dolar AS atau 1,09 persen menjadi 1.846,10 dolar AS pada Selasa (3/1/2024).
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat (6/1/2022) bahwa Amerika Serikat menambah 223.000 pekerjaan pada Desember, peningkatan terkecil dalam dua tahun tetapi lebih baik dari perkiraan peningkatan 200.000 oleh para ekonom. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,5 persen dari 3,6 persen, sementara gaji per jam naik 0,3 persen.
Para analis pasar berpendapat bahwa data ketenagakerjaan positif, tetapi tidak cukup kuat untuk mendorong Federal Reserve menjadi lebih agresif dalam pengetatan kebijakan moneternya.Laporan data penggajian non-pertanian "mendukung gagasan bahwa Fed hampir selesai menaikkan suku bunga," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas melonjak setelah data pekerjaan AS beri sinyal bunga Fed melambat
Pewarta : Apep Suhendar
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
