Logo Header Antaranews Jogja

Naik tinggi, harga emas di pasaran

Selasa, 17 Januari 2023 06:57 WIB
Image Print
PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), anggota MIND ID, BUMN Holding Industri Pertambangan, mengumumkan bahwa Perusahaan melalui Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia memperkenalkan emas batangan tematik seri Imlek tahun 2023 Masehi/2574 Kongzili dengan desain tiga dimensi (3D) pertama di Indonesia. (ANTARA/HO-ANTAM/pri)

London (ANTARA) - Naik tinggi harga emas dfi pasaran tahun ini, meskipun dengan sedikit turbulensi, karena Amerika Serikat memperlambat laju kenaikan suku bunga dan akhirnya berhenti menaikkannya, menurut analis industri.

Harga spot logam mulia itu telah melesat di atas 1.900 dolar AS per ounce, melonjak sekitar 18 persen sejak awal November karena tekanan inflasi surut dan pasar mengantisipasi kebijakan moneter yang kurang agresif dari Federal Reserve AS.

Suku bunga yang naik cepat memukul harga emas tahun lalu, menendangnya ke serendah 1.613,60 dolar AS pada September dari tertinggi 2.069,89 dolar AS pada Maret, hanya sedikit di bawah rekor puncak pada tahun 2020.

Suku bunga yang lebih tinggi mengangkat pengembalian obligasi, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang diminati oleh investor keuangan, dan mendorong dolar ke level terkuatnya dalam 20 tahun, membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi banyak pembeli.

Melemahnya mata uang AS dan imbal hasil obligasi "akan menjadi penarik makro untuk logam kuning, mendorong emas di atas 2.000 dolar AS per ounce dalam beberapa bulan mendatang," kata analis di Bank of America.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas diperkirakan ke rekor tertinggi, kenaikan suku bunga dekati akhir



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026