
Djokovic "terluka" di final Australian Open 2023

Jakarta (ANTARA) - Novak Djokovic mengaku "terluka" karena sang ayah tidak hadir di tepi lapangan untuk melihatnya memenangi Australian Open, Minggu, menyusul kontroversi mengenai bendera Rusia.
Srdjan Djokovic absen dari tempat pendukung petenis Serbia itu untuk finalnya melawan Stefanos Tsitsipas di Rod Laver Arena, di mana Djokovic memenangi gelar Grand Slam ke-22 yang menyamai rekor.
Kursi di sebelah ibu Djokovic, yang biasa ditempati Srdjan, kosong.
"Kami berdua sepakat bahwa mungkin lebih baik dia tidak ada di sana," kata Djokovic setelah memenangi gelar Australian Open ke-10, seperti disiarkan AFP.
"Itu sangat menyakitkan dia dan saya, karena ini adalah momen spesial dan unik yang tidak ada yang tahu akan terulang lagi."
"Itu tidak mudah baginya. Saya melihatnya setelah pertandingan dan dia tidak dalam kondisi terbaiknya. Dia senang memeluk saya, tapi saya bisa melihat dia agak sedih."
"Pada akhirnya kami memiliki akhir yang bahagia," ujar Djokovic yang berusia 35 tahun.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Djokovic "terluka" dengan absennya sang ayah di final Australian Open
Pewarta : Arindra Meodia
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
