Logo Header Antaranews Jogja

Turun, harga minyak di pasaran

Selasa, 31 Januari 2023 06:21 WIB
Image Print
Kilang minyak milik Lukoil di Sisilia, di Priolo, Italia 27 Oktober 2022. ANTARA/REUTERS/Antonio Parrinello/pri.

New York (ANTARA) - Turun harga minyak di pasaran sekitar dua persen pada akhir perdagangan Selasa pagi WIB memperpanjang kerugian mereka pekan sebelumnya.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret tergelincir 1,78 dolar AS atau 2,23 persen, menjadi menetap di 77,9 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, penurunan tertajam dalam hampir empat minggu.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret terpangkas 1,76 dolar AS atau 2,03 persen, menjadi ditutup pada 84,9 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Untuk pekan perdagangan yang berakhir 27 Januari, WTI turun 2,4 persen, sementara Brent turun 1,1 persen, berdasarkan kontrak bulan depan.

Penurunan harga terjadi menjelang para menteri utama dari anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, dijadwalkan mengadakan pertemuan virtual pada Rabu (1/2/2023) yang diperkirakan tidak mengubah kebijakan produksi.

Para pedagang juga menunggu keputusan suku bunga dari bank-bank sentral utama dengan Federal Reserve AS akan memulai pertemuan kebijakan dua hari pada Selasa waktu setempat serta Bank Sentral Eropa akan bertemu pada Kamis (2/2/2023).

"Kami melihat sentimen 'risk back off' dari reli dua minggu terakhir di tengah gagasan bahwa suku bunga yang lebih tinggi dapat memperlambat permintaan lebih cepat," kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial seperti dikutip oleh Reuters.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Minyak jatuh jelang kenaikan suku bunga dan pasokan Rusia tetap kuat



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026