Logo Header Antaranews Jogja

Anjlok, dolar AS

Rabu, 1 Februari 2023 06:27 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas melayani penukaran uang dolar Amerika di salah satu gerai penukaran valuta asing, Jakarta. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama/pri. (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)

New York (ANTARA) - Dolar jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), melepaskan kenaikan awal setelah data menunjukkan biaya tenaga kerja AS meningkat kurang dari yang diharapkan pada kuartal keempat, dan sebelum Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu.

Indeks Biaya Ketenagakerjaan, ukuran terluas dari biaya tenaga kerja, naik 1,0 persen pada kuartal terakhir. Itu adalah kenaikan terkecil sejak kuartal keempat 2021 dan mengikuti kenaikan 1,2 persen pada periode Juli-September.

Namun, hal itu tampaknya tidak akan mempengaruhi bank sentral AS dari beberapa kenaikan suku bunga lebih lanjut.

"Terlepas dari kenyataan bahwa itu datang di bawah ekspektasi, secara objektif itu masih cukup kuat yang berarti bahwa Fed masih akan terdengar hawkish," kata Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto.

Data lain pada Selasa (31/1/2023) juga menunjukkan bahwa pertumbuhan harga rumah sangat melambat pada November, dengan kenaikan 9,2 persen di bulan tersebut.

Pedagang berjangka dana Fed memperkirakan suku bunga acuan Fed mencapai puncaknya di 4,91 persen pada Juni, naik dari 4,33 persen sekarang.

Tetapi investor juga bersikap bearish terhadap ekonomi AS dan memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga kembali ke 4,48 persen pada Desember. Ini terlepas dari pejabat Fed yang menekankan bahwa mereka perlu mempertahankan suku bunga di wilayah restriktif untuk jangka waktu tertentu guna menurunkan inflasi.

“(Ketua Fed Jerome) Powell dan FOMC ingin menandai fakta bahwa kita akan melihat suku bunga yang lebih tinggi untuk sedikit lebih lama. Ini semua tentang apakah pasar percaya pada narasi itu atau tidak pada saat ini,” kata Rai.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Data upah ganggu pemulihan dolar sebelum keputusan suku bunga Fed



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026