Logo Header Antaranews Jogja

Anjlok, harga emas di pasaran

Selasa, 14 Februari 2023 05:34 WIB
Image Print
Ilustrasi - Batangan emas di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria di Wina, Austria. ANTARA/REUTERS/Leonhard Foeger/aa.

Chicago (ANTARA) - Anjlok di pasaran, harga emas pada akhir perdagangan Selasa pagi WIB.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di Divisi Comex New York Exchange, merosot 11 dolar AS atau 0,59 persen menjadi ditutup pada 1.863,50 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tingkat tertinggi sesi 1.877,20 dolar AS dan terendah 1.860,80 dolar AS.

Emas berjangka jatuh 4,0 dolar AS atau 0,21 persen menjadi 1.874,50 dolar AS pada Jumat (10/2/2023), setelah jatuh 12,20 dolar AS atau 0,65 persen menjadi 1.878,50 dolar AS pada Kamis (9/2/2023), dan terdongkrak 5,9 dolar AS atau 0,31 persen menjadi 1.890,70 dolar AS pada Rabu (8/2/2023).

Investor menyesuaikan posisi di tengah kegugupan menjelang Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada Selasa waktu setempat, karena gambarannya akan menjadi lebih jelas setelah data inflasi Januari dirilis.

Pembacaan indeks harga konsumen Selasa diperkirakan akan menjelaskan lebih lanjut di mana suku bunga berpotensi mencapai puncaknya di AS. Sementara inflasi diperkirakan akan turun lebih jauh pada Januari dari bulan sebelumnya, namun masih dalam tren di tingkat yang relatif tinggi.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Emas merosot 11 dolar menjelang rilis data inflasi AS



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026