Logo Header Antaranews Jogja

Penting, hubungan Rusia-China

Kamis, 23 Februari 2023 06:51 WIB
Image Print
Arsip - Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar rapat terkait isu ekonomi via tautan video pada 18 April 2022. (Xinhua/Kremlin)

Moscow (ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu bertemu dengan diplomat tinggi China Wang Yi, dan mengatakan bahwa hubungan Rusia-China penting untuk menjaga stabilitas global.

Putin dalam pembicaraan yang berlangsung di Moskow tersebut mengatakan hubungan internasional tidak menjadi lebih baik setelah runtuhnya sistem bipolar (runtuhnya Uni Soviet) tetapi menjadi lebih berbahaya.

"Dalam hal ini, kerja sama di kancah internasional antara Republik Rakyat China dan Federasi Rusia, seperti yang kami tekankan berulang kali, sangat penting untuk stabilisasi situasi internasional," kata Putin dalam pertemuan dengan Wang yang telah melakukan lawatan ke Eropa sejak 14 Februari,

Putin meminta Wang untuk menyampaikan salamnya kepada Presiden China Xi Jinping. Putin juga mengatakan undangan untuk Xi mengunjungi Rusia tetap berlaku.

Kedua presiden bertemu langsung di China menjelang Olimpiade Musim Dingin Beijing tahun lalu, dan mengumumkan kemitraan "tanpa batas".

Putin mengingatkan bahwa Rusia dan China menetapkan sasaran untuk mencapai nilai perdagangan tahunan sebesar 200 miliar dolar AS (setara Rp3.037,5 triliun) pada 2024, dan angka tersebut mencapai 185 miliar dolar (setara Rp2.809,6 triliun) tahun lalu.

Sementara itu, Wang mengatakan hubungan China-Rusia tetap bertahan meski menghadapi tekanan komunitas internasional dalam "situasi internasional yang sangat kompleks dan tidak stabil," dan hubungan itu terus berkembang dengan stabil.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Putin sebut hubungan Rusia-China penting guna stabilitas internasional



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026