
Merosot, dolar AS

New York (ANTARA) - Merospot dolar AS terhadap mata uang asing lain Selasa pagi WIB karena para pedagang dengan hati-hati mempertimbangkan pengambilalihan Credit Suisse.
UBS setuju untuk membeli Credit Suisse pada Minggu (19/3/2023) seharga 3 miliar franc Swiss (3,23 miliar dolar AS) dan menanggung kerugian hingga 5,4 miliar dolar AS, dalam merger dipaksakan yang direkayasa oleh otoritas Swiss.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terakhir turun 0,50 persen di 103,270 sehari setelah merger diumumkan, menyentuh level terendah sejak 15 Februari.
Di bawah kesepakatan UBS-Credit Suisse, pemegang obligasi Credit Suisse Additional Tier-1 (AT1) senilai 17 miliar dolar AS akan dihapuskan. Itu membuat marah beberapa pemegang surat utang, yang mengira mereka akan lebih terlindungi daripada pemegang saham, dan membuat takut investor di obligasi AT1 bank lain.
Juga menekan dolar adalah kekhawatiran tentang bank-bank regional AS, meskipun beberapa bank besar menyetorkan 30 miliar dolar AS minggu lalu ke First Republic Bank, pemberi pinjaman AS yang paling tidak nyaman dari investor. Saham First Republic jatuh sebanyak 50 persen pada Senin (20/3/2023) dan terakhir turun sekitar 39 persen.
"Secara khusus, ada risiko yang berkembang, atau setidaknya beberapa tingkat ketidakpastian, dengan bank regional AS yang menurut saya membebani aset-aset AS pada saat ini juga," kata Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar AS melemah, karena investor pertimbangkan gejolak perbankan
Pewarta : Apep Suhendar
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
