Logo Header Antaranews Jogja

CAD mencapai 1,10 persen PDB pada 2023

Selasa, 11 April 2023 01:16 WIB
Image Print
Foto Dokumen: Foto udara yang diambil pada 18 Januari 2023 ini menunjukkan deretan kendaraan menunggu pengiriman di Pelabuhan Yantai di Yantai, Provinsi Shandong, China timur. ANTARA/Xinhua/Zhu Zheng

Jakarta (ANTARA) - Ekonom Bank Mandiri, Faisal Rachman memperkirakan defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) akan mencapai 1,10 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2023.

“Perkiraan kami bahwa saldo akun berjalan (Current Account/CA) Indonesia tetap dalam kondisi sehat. Kami memperkirakan CA akan beralih ke defisit yang dapat dikelola sekitar 1,10 persen dari PDB pada 2023,” katanya dalam keterangan resmi, Senin.

Surplus neraca dagang diproyeksi menyusut, tetapi surplus bisa bertahan lebih lama dari perkiraan karena harga komoditas turun secara lebih bertahap. Hal itu diakibatkan oleh pembukaan kembali ekonomi China dan kondisi kawasan Euro yang lebih baik dari perkiraan.

“Namun, meningkatnya risiko krisis perbankan saat ini, khususnya di kawasan Amerika Serikat dan Eropa, dapat membebani prospek positif ini,” katanya.

Menurutnya, inflasi Indonesia yang menunjukkan tren menurun dan diperkirakan akan kembali berada pada kisaran target 2- 4 persen pada semester II 2023 menjadi kabar baik.

Penurunan inflasi menjaga spread antara suku bunga acuan dengan inflasi sehingga instrumen keuangan Indonesia relatif lebih menguntungkan.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ekonom prediksi CAD capai 1,10 persen PDB di 2023



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026