Logo Header Antaranews Jogja

Dolar AS lemah, harga emas naik

Rabu, 12 April 2023 06:39 WIB
Image Print
Ilustrasi - Logam emas dengan latar belakang uang kertas Dolar AS. ANTARA/Pixabay/pri.
Chicago (ANTARA) - Naik harga emas pada akhir perdagangan Rabu pagi WIB berbalik menguat dari kerugian selama tiga hari berturut-turut karena dolar AS melemah menjelang rilis data inflasi AS.

Namun harga logam kuning ini telah bertengger di atas 2.000 dolar AS untuk perdagangan sesi keenam berturut-turut.

Kontrak emas paling aktif pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terangkat 15,20 dolar AS atau 0,76 persen menjadi ditutup pada 2.019 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.022,50 dolar AS dan terendah di 2.003,70 dolar AS.

Emas berjangka jatuh 22,60 dolar AS atau 1,12 persen menjadi 2.003,80 dolar AS pada Senin (10/4/2023), setelah tergelincir 9,20 dolar AS atau 0,45 persen menjadi 2.026,40 dolar AS pada Kamis (6/4/2023), dan menyusut 2,60 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 2.035,60 dolar AS pada Rabu (5/4/2023).

Bursa Comex ditutup pada Jumat (7/4/2023) untuk hari libur Paskah.

Dolar AS jatuh pada Selasa (11/4/2023) karena investor menunggu data inflasi untuk tanda-tanda lebih lanjut apakah tekanan harga surut, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,26 persen menjadi 102,20.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga emas melonjak karena dolar AS melemah jelang data inflasi AS



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026