Logo Header Antaranews Jogja

Bendera Indonesia terbalik, PM Kamboja minta maaf

Kamis, 11 Mei 2023 06:31 WIB
Image Print
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dalam pertemuan bilateral di sela-sela KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, NTT, Rabu (10/5/2023). (POOL/ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa)

Labuan Bajo (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Presiden RI Joko Widodo atas insiden bendera Indonesia yang ditampilkan terbalik pada pembukaan SEA Games 2023.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengatakan permintaan maaf itu disampaikan saat kedua pemimpin negara tersebut melakukan pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu.

"Di awal pertemuan, Perdana Menteri Hun Sen menyampaikan permintaan maaf kepada Indonesia atas insiden terbaliknya bendera Indonesia di awal acara pembukaan SEA Games," kata Retno saat menyampaikan keterangan usai pertemuan bilateral itu.

Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Kamboja berlangsung setelah Jokowi memimpin sidang pleno pembukaan KTT ke-42 ASEAN di Meruorah Convention Center, Labuan Bajo, pukul 10.00 Wita.

Insiden terbaliknya Bendera Merah Putih itu terjadi saat rangkaian Upacara Pembukaan SEA Games 2023 Kamboja di Stadion Nasional Morodok Techno, Phnom Penh, Jumat (5/5).

Panitia penyelenggara SEA Games 2023 berinisiatif menyuguhkan pre-show karena melihat tribun stadion sudah dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan upacara pembukaan.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026