
Menguat, dolar AS

New York (ANTARA) - Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor mencerna data inflasi harga produsen AS terbaru dan proposal Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) untuk memungut bank-bank besar guna mengisi kembali dana asuransi simpanan.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, meningkat 0,56 persen menjadi 102,0525 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,0918 dolar AS dari 1,0976 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2512 dolar AS dari 1,2622 dolar pada sesi sebelumnya.
Dolar AS dibeli 134,5150 yen Jepang, lebih tinggi dari 134,2610 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8943 franc Swiss dari 0,8895 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3489 dolar Kanada dari 1,3382 dolar Kanada. Dolar AS meningkat menjadi 10,3322 krona Swedia dari 10,2336 krona Swedia.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (11/5/2023) bahwa indeks harga produsen (IHP) AS naik 0,2 persen pada April secara bulan ke bulan, lebih rendah dari ekspektasi para ekonom untuk pertumbuhan 0,3 persen. Sebaliknya, pembacaan pada Maret membukukan penurunan bulan ke bulan sebesar 0,5 persen.
IHP AS meningkat sebesar 2,3 persen pada April secara tahun ke tahun, turun dari pertumbuhan 2,7 persen pada Maret. Ini merupakan pembacaan terendah sejak Januari 2021. Para ekonom memperkirakan pertumbuhan 2,5 persen.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar AS "rebound" karena inflasi harga produsen merusak sentimen
Pewarta : Apep Suhendar
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
