Logo Header Antaranews Jogja

Naik tipis, dolar AS di pasaran

Selasa, 23 Mei 2023 05:59 WIB
Image Print
Dolar Amerika Serikat (AS) menguat mata uang dunia seiring kian menguatnya kekhawatiran terhadap masalah krisis utang di kawasan Eropa. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia kembali naik 0,149 poin (0,19 persen) ke level 77,341. (ANTARA/Rosa Panggabean)

New York (ANTARA) - Dolar AS sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena pembicaraan untuk menaikkan plafon utang antara Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy dilanjutkan kembali.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,0047 persen menjadi 103,1972 pada akhir perdagangan.

Biden dan McCarthy dijadwalkan bertemu di Gedung Putih pada saat yang sangat penting ketika Washington bekerja untuk mencapai kompromi anggaran dan menaikkan batas pinjaman negara pada waktunya untuk mencegah gagal bayar federal yang menghancurkan.

Demokrat dan Republik masih berselisih jauh dalam kesepakatan untuk menaikkan plafon utang, dan tidak jelas apakah kesepakatan dapat dicapai sebelum Departemen Keuangan kehabisan uang paling cepat 1 Juni.

Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan pada Senin (22/5/2023) bahwa Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin lagi tahun ini, yang mendorong dolar AS lebih tinggi.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar sedikit menguat ketika pembicaraan plafon utang dilanjutkan



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026