Logo Header Antaranews Jogja

Menguat, kurs dolar AS

Jumat, 30 Juni 2023 08:08 WIB
Image Print
Tumpukan uang dolar AS berada di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jakarta, Rabu (16/11/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/pri. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

New York (ANTARA) - Dolar AS naik terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), mendapat dukungan dari pembacaan PDB dan data tenaga kerja yang kuat, yang memberikan Federal Reserve kemungkinan pijakan untuk terus menaikkan suku bunganya.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, meningkat 0,42 persen menjadi 103,3432 pada akhir perdagangan, naik ke level tertinggi dua minggu.

Ekonomi AS tumbuh pada laju tahunan sebesar 2 persen pada kuartal pertama, jauh lebih baik dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,3 persen, menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Analisis Ekonomi AS pada Kamis (29/6) pagi.

Sementara itu, klaim pengangguran awal mingguan AS minggu lalu turun sebesar 26.000 klaim menjadi 239.000 klaim yang disesuaikan secara musiman, penurunan terbesar dalam 20 bulan dan di bawah ekspektasi 265.000 klaim oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Setelah laporan tersebut, imbal hasil surat utang AS tenor 2 tahun mencapai level tertinggi sejak 8 Maret, naik 16 basis poin menjadi 4,882 persen. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun naik 13,44 basis poin dan ditutup pada 3,846 persen, tertinggi sejak awal Maret.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar naik didukung PDB AS dan data tenaga kerja yang kuat



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026