
Pengelola hotel bintang tiga harus melek medsos

Medan (ANTARA) - Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin mengatakan, hotel-hotel berbintang tiga atau kelas menengah di Medan, dan Sumut pada umumnya, harus mengikuti selera media sosial agar dapat bertahan seiring waktu.
"Saat ini, banyak konsumen yang memilih hotel berbiaya terjangkau tetapi berfasilitas yang menarik untuk diunggah di media sosial," ujar Gunawan dalam pesan singkat yang diterima di Medan, Senin.
Menurut dia, hotel-hotel tersebut idealnya dapat membuat interior bangunan yang berpotensi mencuri perhatian para pengguna media sosial.
Semakin menarik bentuknya, Gunawan yakin semakin banyak konsumen yang penasaran untuk berkunjung.
Mereka pun berpotensi menyebarkan keunikan hotelnya di media sosial yang membuat orang lain penasaran.
"Itu menjadi alat pemasaran gratis yang menunjang kinerja hotel. Sudah saatnya manajemen hotel memanfaatkan media sosial itu," kata Gunawan.
Jika dapat beradaptasi dengan keadaan sekarang, Gunawan yakin bisnis perhotelan khususnya di Sumut akan terus menggeliat pascaberakhirnya pandemi COVID-19.
Namun, andai tidak bisa menyesuaikan diri, dia menilai hotel-hotel itu akan turun level atau mungkin terpaksa menghentikan operasi.
"Ini berbeda dengan hotel bintang lima yang pada dasarnya sudah matang dalam menyediakan layanan yang kekinian dan sesuai permintaan zaman," tutur Gunawan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pengamat: Hotel bintang tiga harus ikuti selera media sosial
Pewarta : Michael Siahaan
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
