Logo Header Antaranews Jogja

Tak sehat, kualitas udara DKI Jakarta

Senin, 13 Mei 2024 07:07 WIB
Image Print
Arsip foto - Foto udara pemukiman penduduk tertutup polusi udara di Jakarta, Jumat (6/10/2023). Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada Jumat (6/10/2023), indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 133 atau masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan polusi udara PM2,5 dan nilai konsentrasi 48 mikrogram per meter kubik. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/rwa/pri.

Jakarta (ANTARA) - Kualitas udara di DKI Jakarta berada dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara pada Senin pagi.

Data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.35 WIB menunjukkan bahwa Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di angka 105, dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 di angka konsentrasi 37 mikrogram per meter kubik.

Konsentrasi tersebut setara 7,4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Situs pemantau kualitas udara dengan waktu terkini tersebut pun mencatatkan Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara peringkat kesepuluh terburuk di dunia.

Kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Senin adalah Delhi (India) dengan indeks kualitas udara di angka 197, diikuti Dhaka
(Banglades) di angka 185 dan Tashkent
(Uzbekistan) di angka 144.

Sejumlah wilayah di Jakarta yang tercatat memiliki kualitas udara dengan kategori tidak sehat, yakni Cilandak Barat, Jeruk Purut dan Kalideres.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kualitas udara Jakarta pada Senin pagi tidak sehat



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026