Yogyakarta (ANTARA) - Ucapan duka dan doa mengalir deras di Instagram pribadi milik KH Alamudin Dimyati Rois atau Gus Alam (@alamudin.dr), setelah kabar wafatnya pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu wal Fadhilah Kaliwungu Kendal itu menyebar luas, Selasa (6/5).
Ungkapan bela sungkawa datang dari berbagai kalangan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), akademisi, hingga para ulama muda. Salah satunya dari ulama sekaligus akademisi NU yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Melbourne Prof. Dr. Nadirsyah Hosen. Melalui akun @nadirsyahhosen_official,ia menulis, “Semoga Gus Alamudin Dinyati Rois diberi kesembuhan, kekuatan, dan kepulihan. Al-Fatihah.”
Lora KHR. Muhammad Ismail Al-Kholilie (@ismaelalkholilie), keturunan ke-5 dari Syaikhona Kholil Bangkalan dan alumnus Darul Musthofa Yaman juga menyampaikan kalimat takzim penuh makna:
“Sugeng tindak Gus Alam, kepanggeh Mbah Yai Dim ten mriku.” Tulisnya yang menyiratkan penghormatan mendalam atas kepergian Gus Alam.
KH Alamudin Dimyati Rois wafat pada Selasa pagi (6/5) di RS Budi Rahayu Pekalongan, setelah menjalani perawatan intensif pasca-kecelakaan lalu lintas di Tol Pemalang-Batang KM 315+900 pada Jumat (2/5).
Mobil yang ditumpanginya bersama tiga rekannya mengalami kecelakaan usai menghadiri pengajian rutin di Brebes. Dua orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara Gus Alam sempat mengalami kondisi kritis sebelum akhirnya berpulang.
Baca juga: Gus Alam tutup usia, usai kecelakaan di Tol Pemalang
Kabar duka ini juga dikonfirmasi oleh Hj Nihayatul Wafiroh, Anggota DPR RI sekaligus kolega almarhum.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Baru saja beliau dinyatakan meninggal dunia. Mohon doanya mudah-mudahan beliau khusnul khatimah,” ujar Nihayah sebagaimana dikutip oleh NU Online.
Putra sulung KH Dimyati Rois ini dikenal sebagai figur yang religius, rendah hati, dan konsisten membela kepentingan umat. Gus Alam telah terpilih sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PKB selama empat periode, mewakili Dapil Jawa Tengah I yang meliputi Kendal, Semarang, Kota Semarang, dan Salatiga. Ia juga menjabat sebagai Mustasyar PCNU Kendal.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga turut mengungkapkan duka yang mendalam.
“Beliau sahabat saya. Sosok yang konsisten berjuang untuk rakyat melalui jalur politik. Terbukti, beliau dipercaya masyarakat hingga tiga periode,” kata Taj Yasin saat mendampingi kunjungan menteri di Kabupaten Semarang dalam laman portal resmi Provinsi Jawa Tengah (jatengprov.go.id).
Jenazah Gus Alam dimakamkan pada Selasa sore di kompleks Pondok Pesantren Al-Fadlu 2, Kaliwungu, Kendal. Ia meninggalkan seorang istri Aslikh Rina Ulyaddin, seorang putri bernama Zainab, dan bayi yang masih dalam kandungan.
