Bupati minta masyarakat Bantul mewaspadai potensi bencana

id Bupati Bantul ,Masyarakat waspada ,Bencana alam

Bupati minta masyarakat Bantul mewaspadai potensi bencana

Bupati Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Abdul Halim Muslih ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta masyarakat di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta untuk selalu waspada terhadap potensi bencana yang sewaktu waktu terjadi, diantaranya gempa bumi tektonik.

"Bantul ini adalah wilayah lintasan Sesar Opak yang sudah sejak dulu kita pahami, kita sadari, bahwa kita ini tinggal dan hidup di daerah yang memiliki potensi bencana. Yang namanya potensi itu bisa terjadi, bisa tidak, sehingga masyarakat Bantul harus memahami," kata Bupati di Bantul, Rabu.

Menurut dia, bencana termasuk gempa menjadi bagian mekanisme alam, sehingga penting bagi masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan dituntut semakin pintar dalam memahami, mengantisipasi, hingga mewaspadai dampaknya.

"Saya kira, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan kebencanaan di Bantul ini adalah institusi yang semakin terasah. Itu terbukti dengan aktivitas mereka yang semakin terasah saat mitigasi bencana," katanya.

Bupati Halim mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dalam mengantisipasi dampak gempa bumi dengan mengalokasikan anggaran belanja tak terduga (BTT), yang bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

"Sudah kita sadari sejak awal. Maka kita perlu anggaran yang cukup besar dan tidak boleh diotak-atik. Itu kita masukkan ke dalam yang namanya brankas BTT. BTT adalah belanja untuk kegiatan yang tidak direncanakan. Kan kalau bencana tidak mungkin kita rencanakan," katanya.

Namun demikian, Bupati tidak ingat besaran total anggaran BTT untuk tahun 2026, namun pemkab komitmen selalu menyediakan sebagai langkah antisipasi dampak bencana yang sewaktu waktu terjadi.

Dia mengatakan, salah satu contoh penggunaan BTT dalam penanganan bencana, adalah ambrolnya Jalan Srikeminut, Kelurahan Sriharjo, Imogiri beberapa waktu lalu, dengan membangun jembatan darurat sementara.

"Ini menjadi langkah pemkab dalam mengantisipasi kejadian dari sisi anggaran. Kemudian, dari sisi mitigasi lapangan BPBD, PMI, bersama relawan terus menerus kita lakukan konsolidasi," katanya.

Meski demikian, kata Bupati, masyarakat Bantul tetap perlu diberikan edukasi terkait mitigasi bencana, karena masyarakat terutama yang tinggal di daerah rawan setiap hari menghadapi fenomena alam atau pergerakan musim maupun gerakan tanah.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.