Ketum PBNU wakili Asia Tenggara pada Seminar Akbar Haji 2025

id PBNU, yahya cholil staquf, seminar,internasional,Akbar haji,2025,arab saudi

Ketum PBNU wakili Asia Tenggara pada Seminar Akbar Haji 2025

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menjadi sebagai satu-satunya pembicara mewakili Indonesia dan kawasan Asia Tenggara pada Grand Hajj Symposium atau Seminar Akbar Haji 2025 yang digelar Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi. ANTARA/HO-Ist

Yogyakarta (ANTARA) - Kerajaan Arab Saudi kembali menggelar Grand Hajj Symposium atau Seminar Akbar Haji 2025, sebuah forum internasional bergengsi yang mempertemukan para pemimpin keagamaan, akademisi, dan pengambil kebijakan dunia Islam untuk membahas isu-isu kontemporer seputar penyelenggaraan ibadah haji. Tahun ini,

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menjadi sebagai satu-satunya pembicara mewakili Indonesia dan kawasan Asia Tenggara pada Grand Hajj Symposium atau Seminar Akbar Haji 2025 yang digelar Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi.

Seminar yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, di Hotel Ritz-Carlton, Jeddah, Senin (1/6) mengangkat tema al-Isthitha'ah fi al-Hajj wa al-Mustajaddat al-Mu'ashirah atau kondisi berkemampuan dalam haji dan problematika kontemporer.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Taufiq Fauzan al-Rabi’ah membuka forum, dilanjutkan sambutan kehormatan disampaikan oleh Penasihat Khusus Raja Salman YM Pangeran Faishal bin Salman Al Saud, diikuti oleh ceramah pembukaan dari Grand Mufti Arab Saudi, Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Al Syekh, serta Sekjen Dewan Ulama Senior Arab Saudi, Syekh Fahd bin Sa’ad al-Majid.

Baca juga: Inovasi medis Saudi selamatkan jamaah haji Indonesia

Seminar Akbar tersebut terbagi dalam dua sesi utama yang menghadirkan tokoh-tokoh sentral dalam dunia Islam.

Sesi Pertama: Syekh Muhammad al-Mahi, Ketua Liga Islam Afrika; Fahd bin Abdul Rahman al-Jalajal, Menteri Kesehatan Arab Saudi; Kolonel Muhammad bin Abdullah al-Bassami, Kepala Keamanan Negara Saudi; Shalih bin Ibrahim Rashid, Direktur Eksekutif Dewan Kerajaan untuk Kota Makkah dan Masya'ir Muqaddasah (Armuzna); Muhammad Abul Khair Ismail, Direktur Eksekutif Program Pelayanan Tamu Haji.

Sesi Kedua: KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU – Indonesia; Syekh Muhammad Abdul Rahman al-Dhuweini, Wakil Grand Syekh al-Azhar – Mesir; Syekh Abdullah Sulaiman al-Mani, Anggota Dewan Ulama Senior Saudi; Syekh Muhammad Ahmad Husein, Grand Mufti Jerusalem dan Palestina; Syekh Muhammad Taqi Utsmani, Anggota Dewan Fiqih Islam Internasional; Syekh Abdul Ilah al-Mula, Anggota Dewan Ulama Senior Saudi.

Kehadiran Gus Yahya, panggilan akrab KH Yahya Cholil Staquf, menjadi simbol pengakuan atas kontribusi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dalam diplomasi keagamaan global.

Baca juga: 9 imbauan penting dari Arab Saudi selama Armuzna

Baca juga: Jelang Wukuf, Ini pesan untuk jemaah calon haji perempuan

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.