Yogyakarta (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menggelar operasi katarak gratis sebagai wujud komitmen perseroan dalam mendukung penurunan prevalensi kebutaan akibat katarak di Indonesia. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari di Klinik Mata Vision Center, Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Jumat (4/7) dan Sabtu (5/7).
Bersama dengan Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK Perdami), BCA menjangkau 191 mata masyarakat di Kabupaten Kapuas. Seremoni pembukaan bakti sosial operasi katarak BCA di Kabupaten Kapuas dihadiri oleh Bupati Kapuas M Wiyatno, Kepala BCA KCU Palangkaraya Sulihin, Direktur Klinik Mata Vision Center Kapuas M Dio Syaputra, dan Pengurus SPBK Perdami Pusat Dyana Theresia Watania.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat ditangani dengan intervensi medis yang tepat. Namun, tantangan dalam pemerataan akses layanan kesehatan masih membuat sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.
"Melalui program Bakti Kesehatan, BCA berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang konkret dengan menyediakan layanan operasi katarak gratis bekerja sama dengan SPBK Perdami. Kami berharap program ini tidak hanya membantu memulihkan penglihatan para penerima manfaat, tetapi juga mendorong mereka untuk kembali aktif, mandiri, dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga maupun komunitas mereka," katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistika, Kabupaten Kapuas di Kalimantan Tengah merupakan wilayah dengan potensi besar di sektor pertanian, yang menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar masyarakatnya. Aktivitas pertanian membutuhkan kondisi fisik yang optimal, termasuk ketajaman penglihatan yang baik. Paparan sinar matahari yang tinggi di wilayah ini menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko katarak di tengah masyarakat.
Melalui pelaksanaan operasi katarak gratis, inisiatif ini diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kapuas, agar mereka dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara produktif dan berkontribusi dalam penguatan sektor pertanian daerah.
BCA secara konsisten menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak sejak tahun 2001, bekerja sama dengan SPBK Perdami. Pada Mei 2025, BCA kembali menggelar operasi katarak perdana tahun ini di Halmahera Timur, dengan total 114 mata berhasil diobati. Hingga kini, program ini telah memberikan manfaat kepada 9.446 pasien di berbagai wilayah Indonesia.
Sepanjang tahun 2024, operasi katarak gratis dari Bakti BCA diselenggarakan di tujuh lokasi berbeda, yaitu Namrole, Maluku; Pasangkayu, Sulawesi Barat; Bengkulu Tengah, Bengkulu; Kota Banjar, Jawa Barat; Maluku Tengah, Maluku; Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur; serta Cianjur, Jawa Barat. Selain melaksanakan operasi katarak, BCA juga secara aktif mendukung SPBK Perdami dengan menyalurkan bantuan alat-alat medis untuk mendukung kelancaran kegiatan di lapangan.
Pengurus SPBK Perdami Pusat dr. Dyana Theresia Watania mengatakan, “Kami bangga dapat terus melangsungkan kegiatan operasi katarak gratis ini bersama BCA. Melihat masyarakat dapat kembali meraih penglihatan yang prima adalah momen yang sangat bermakna bagi kami, karena itu berarti mereka bisa kembali menjalani hidup dengan lebih mandiri dan produktif.
"Kolaborasi ini bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga tentang memulihkan harapan dan kualitas hidup. Kami berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama ini dan menjangkau lebih banyak daerah yang membutuhkan di seluruh Indonesia," katanya.
Sebagai informasi, BCA melalui Bakti BCA senantiasa memberdayakan setiap individu agar hidup lebih sehat, dengan memberikan akses berkualitas kepada masyarakat kurang mampu. Komitmen ini diyakini dapat menciptakan individu mandiri dan sehat yang mampu memajukan komunitasnya, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sejumlah inisiatif yang telah dilakukan Bakti BCA di bidang kesehatan diantaranya adalah pemberian bantuan biaya pengobatan melalui Klinik Binaan Bakti BCA, "Bakti Sehat untuk Balita", "Edukasi Pencegahan Stunting kepada Remaja", dan donor darah.
BCA juga bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dan mitra lainnya dalam program PASTI (Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia) untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan edukasi pencegahan stunting serta penerapan gaya hidup sehat.
