Jakarta (ANTARA) - Atlet selancar ombak Indonesia Rio Waida melaju ke babak 16 besar World Surfing League (WSL) Tahiti Pro di Teahupoo, Tahiti, Polinesia Prancis, Kamis (7/8) waktu setempat atau Jumat.
Pada babak eliminasi, Rio berkompetisi di Heat 7 bersama dua kali juara dunia 2022-2023 Filipe Toledo. Rio mencatatkan total 12,17 poin untuk mengalahkan peselancar asal Brasil itu yang hanya membukukan total 0,93 poin.
"Filipe selalu menginspirasi saya, jadi mengalahkannya adalah hal yang sangat membahagiakan," kata Rio dalam wawancara usai perlombaan, yang disiarkan langsung oleh WSL.
"Saya berharap Filipe bermain bagus di sini, agar dia bisa lolos ke Final 5, dan saya selalu mendukungnya, tetapi di saat yang sama saya rasa saya belum pernah menang sejak Portugal, jadi ini terasa menyenangkan."
Baca juga: Peselancar Rio Waida runner up di Abu Dhabi Pro 2025
Rio bermain agresif sejak awal perlombaan. Ia mendapatkan ombak pertama dan mencatatkan angka 6,50, sementara Toledo kesulitan mendapatkan ombak yang bagus.
Peselancar berdarah Indonesia-Jepang itu kemudian mendapatkan ombak kedua ketika Toledo yang memegang prioritas tidak memanfaatkan kesempatan tersebut.
Dalam barrel (gulungan ombak yang menyerupai tabung) yang longgar Rio mencatatkan 5,67 poin -- yang akhirnya menjadi nilai ombak terbaik kedua bagi Rio. Sementara itu, Toledo tak kunjung mendapatkan ombak yang bagus sehingga berakhir dengan dua nilai ombak terbaiknya 0,50 dan 0,43 poin.
Baca juga: Menpora: WSL momen bangkitnya sport tourism dan sport industry
Musim ini bagai roller coaster bagi Rio. Ia berhasil masuk Top 5 dunia pada akhir Maret setelah menjadi runner-up Abu Dhabi dan terhenti di babak 32 besar WSL Portugal Pro.
Ia kemudian terhenti pada babak 32 besar WSL El Salvador Pro, WSL Margaret River Pro, dan Gold Coast Pro di Australia. Olympian Tokyo 2020 dan Paris 2024 itu kandas pada babak eliminasi Trestles Pro di AS dan J-Bay di Afrika Selatan pada Juni dan Juli.
"Kompetisi ini berat bagi saya, memang berat, tetapi saya merasa perlahan-lahan saya mulai bangkit, jadi saya tahu ini adalah turnamen terakhir tahun ini. Saya hanya ingin belajar, mendapatkan poin, dan menikmatinya," ujar peselancar berusia 25 tahun itu.
Baca juga: Bali tuan rumah kejuaraan selancar dunia
Selanjutnya di Tahiti Pro, Rio akan bersaing dengan peraih medali emas Olimpiade Tokyo Italo Ferreira asal Brasil pada babak 32 besar di Heat 3.
"Terima kasih sudah dukung saya setiap hari, dan saya akan lebih semangat untuk babak selanjutnya, dan enggak tahu ya karena event ini karena terakhir saya cuma mau enjoy dan do my best," ujar Rio mengirimkan pesan kepada pendukungnya.
"Dan, tahun depan untuk 2026 saya akan lebih semangat untuk menjadi juara dunia, itu goal saya, dan terima kasih sudah dukung saya, terima kasih."
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rio Waida lolos ke 16 besar WSL Tahiti Pro usai selamat dari eliminasi
