
Pelatihan KIM DIY target hasilkan feature berkualitas untuk literasi publik

Yogyakarta (ANTARA) - Pelatihan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditargetkan mampu menghasilkan karya feature bukan sekadar berita lantaran menyajikan kisah dengan kedalaman, narasi yang memikat, dan sentuhan yang mampu menggerakkan pembaca.
Hal tersebut disampaikan Wiwik Lestariningrum selaku Pranata Humas Muda Dinas Kominfo DIY, saat membuka acara Peningkatan Kapasitas Komunitas Informasi Masyarakat lima kabupaten/kota se-DIY, bertempat di Kantor Diskominfo DIY, Kamis (14/8/2025).
Pelatihan pembuatan feature yang berlangsung di Aula Kresna tersebut, lanjut Wiwik, dimaksudkan untuk memperkaya cara mereka menyampaikan informasi, sehingga pesan yang diusung lebih mengena dan berkesan.
"Harapannya seluruh peserta pelatihan bisa mendapatkan ilmu tambahan agar semakin mudah membuat feature, serta mampu menghasilkan foto yang menarik meskipun dengan menggunakan handphone, dari dua narasumber dari LKBN ANTARA," kata Wiwik.
Kepala Biro Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA DIY Nur Istibsaroh sebagai pemateri pertama mengupas tentang mudahnya menulis feature.
“Feature biasanya berisi human interest untuk menghibur dan tidak terikat waktu. Selain itu, gaya dan struktur penulisannya lebih bebas, tidak lagi terpaku struktur piramida terbalik,” ucap Istibsaroh mengawali presentasinya.
Istibsaroh pun membeberkan pentingnya nilai berita yang dapat disajikan dalam artikel, karena menjadi penentu apakah sebuah cerita layak dibaca dan relevan bagi audiens.
Meskipun feature memiliki gaya naratif yang lebih santai dibanding berita straight news, namun unsur nilai berita seperti kedekatan, dampak, human interest, aktualitas, dan keunikan tetap harus hadir.
“Tanpa nilai berita yang jelas, sebuah feature berisiko kehilangan daya tarik dan tenggelam di tengah lautan informasi,” tandasnya.
Selain itu, nilai berita membantu penulis feature memilih sudut pandang atau angle yang tepat dan dengan memahami aspek apa yang membuat sebuah kisah istimewa, penulis dapat menonjolkan elemen-elemen penting yang akan memikat pembaca sejak awal.
Lebih lanjut, Istibsaroh memberikan tips menulis feature seperti pemilihan topik, mengawali dengan riset, menentukan sudut pandang, membuat outline, memulai menulis hingga membaca ulang naskah yang telah selesai.
Wanita yang memiliki sertifikat uji kompetensi wartawan utama ini juga menyampaikan cara mudah mengawali menulis feature di antaranya, penulis perlu mengawali artikel dengan kalimat kuat agar pembaca penasaran dan tertarik.
Selanjutnya, diskripsikan kalimat kuat tersebut pada lead artikel untuk membawa pembaca seolah-olah berada di tempat kejadian.
“Jangan lupa gunakan kutipan yang relevan dan kuat dalam tubuh feature,” imbuhnya bersemangat.
Istibsaroh berpesan, dalam penulisan feature, hal yang terpenting adalah kemampuan untuk menghidupkan fakta, membangun suasana, menggali detail, dan menghadirkan cerita yang membuat pembaca menyimak hingga akhir kalimat.
Selain materi terkait feature, peserta juga mendapatkan materi mengenai mobile photo journalisme dan metode EDFAT yang disampaikan oleh Fotografer ANTARA Andreas Fitri Atmoko.
*Adnan Nurtjahjo: KIM Pararta Guna Gamping, Sleman
Pewarta : N008/Adnan Nurtjahjo*
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
