Logo Header Antaranews Jogja

Dispar Yogyakarta membidik kenaikan belanja wisatawan Tiongkok di Yogyakarta

Senin, 18 Agustus 2025 23:34 WIB
Image Print
Wisatawan naik andong melintasi kawasan Malioboro, Yogyakarta, Senin (23/12/2024). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/rwa.

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta membidik potensi kenaikan belanja dan lama tinggal wisatawan asal Tiongkok melalui rencana pembukaan penerbangan langsung dari Negeri Tirai Bambu ke Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko di Yogyakarta, Senin, mengatakan wisatawan mancanegara, termasuk asal Tiongkok, memiliki rata-rata lama tinggal dan pengeluaran jauh lebih tinggi ketimbang wisatawan domestik.

"Statistik menunjukkan, 'length of stay' (lama tinggal) wisatawan mancanegara dan 'spending money' (dana belanja) mereka itu 3-4 kali lebih besar dibanding wisatawan domestik," kata Wahyu.

Jika penerbangan internasional dari Tiongkok ke YIA bisa terealisasi, dia meyakini dampaknya akan terasa pada penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menggerakkan roda ekonomi sektor pariwisata di Kota Yogyakarta.

Berdasarkan data Dispar Kota Yogyakarta, pada 2024 pengeluaran wisatawan mancanegara di kota ini mencapai sekitar Rp11 juta per orang, sedangkan wisatawan domestik hanya sekitar Rp2,3 juta.

"Jika 'inbound tourism' meningkat, potensi perputaran ekonomi bisa mencapai puluhan miliar rupiah," ujarnya.

Wahyu menuturkan pada 2024 total sebanyak 11 juta wisatawan domestik maupun mancanegara berkunjung ke Kota Yogyakarta.

"Tahun lalu belanja wisatawan di Yogyakarta sekitar Rp50 miliar. Jumlah yang besar, seandainya kita bisa memaksimalkan wisatawan mancanegara untuk datang ke sini," ujar dia.

Sebelumnya Pemkot Yogyakarta menjajaki kerja sama dengan dua maskapai asal Tiongkok, Hainan Airlines dan Loong Air, mencakup rute penerbangan langsung YIA-Jeddah untuk jamaah umrah, termasuk mendatangkan wisatawan asal negara itu ke Yogyakarta.

Menurut Wahyu, maskapai menghendaki rute penerbangan yang berkelanjutan dan tidak hanya dalam hitungan bulan.

"Kita harus berikhtiar meningkatkan jumlah wisatawan yang berasal dari inbound, dengan kerja sama bareng beberapa pihak," ucap Wahyu.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menambahkan, selama ini wisatawan mancanegara, termasuk Tiongkok lebih banyak masuk Indonesia melalui Bali sebelum melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.

"Dengan adanya 'direct flight' (penerbangan langsung) dari Tiongkok ke Yogyakarta, Pemkot berharap wisatawan asing dapat langsung menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi utama sebelum ke Bali," ujar Wawan.



Pewarta :
Editor: Bambang Purwanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026