Andalkan BPJS Kesehatan untuk penyelamat kesehatan keluarga

id bpjs kesehatan,sleman,JKN, FKTP, PBPU, PBI, program JKN, dicover

Andalkan BPJS Kesehatan untuk penyelamat kesehatan keluarga

Siti Sumaryati menunjukkan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan. ANTARA/Nur Istibsaroh

Yogyakarta (ANTARA) - Kesehatan menjadi prioritas utama setiap keluarga, termasuk Siti Sumaryati, seorang ibu muda berusia 31 tahun yang terus berjuang sehat demi sang buah hatinya. Operasi pengambilan dua kelenjar tiroid di lehermya, tak mengubah tekadnya terus bersemangat untuk membesarkan anak pertamanya agar dapat tumbuh sesuai yang ia inginkan.

Ditemui di sebuah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Siti baru saja memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada anaknya Sarfaras Rafka Mustolah yang tengah dirawat karena sakit batuk dan flu. Anaknya yang berusia 4 bulan tersebut tidak hanya batuk dan pilek, tetapi sebelumnya juga divonis dokter, ada radang paru kecil.

"Awalnya Sarfaras ketularan batuk pilek dari pengasuhnya. Bapaknya juga akhirnya ketularan, begitu juga saya juga ikut drop, jadi satu rumah sakit flu," kata Siti sembari menenangkan bayinya yang sesekali rewel karena batuk, Senin (25/08).

Khawatir kondisi anaknya semakin parah, Siti dan suaminya memutuskan untuk membawa bayinya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, karena asupan susu ke bayinya berkurang karena sering muntah disertai ingus.

"Dokter menyarankan opname, karena batuknya ngiklik dan rewel terus. Kami takut kalau tidak segera dirawat, kondisi anak kami bisa semakin buruk. Ini kan usianya masih 4 bulan jadi masih full ASI. Targetnya sampai enam bulan ASI ekslusif. Alhamdulillah setelah dirawat, sudah ada perubahan. Batuknya sudah berkurang dan sudah bisa tidur," cerita Siti.

Sebagai ibu yang ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, Siti merasa sangat terbantu dengan adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), karena telah membiayai perawatan rumah sakit untuk anaknya, termasuk biaya opname dan pemeriksaan yang diperlukan.

"Saat melahirkan Sarfaras juga menggunakan JKN. Saya melahirkan caesar dan semua biaya ditanggung BPJS Kesehatan, tanpa bayar sama sekali. Jika tidak menggunakan JKN, mungkin biaya kelahiran bisa mencapai jutaan rupiah. Jadi, dengan adanya Program JKN, saya merasa sangat terbantu," kenang Siti.

Siti merasa bahwa Program JKN sangat membantu keluarga dalam situasi seperti ini, sehingga dirinya bisa fokus merawat bayinya dan tidak perlu khawatir dengan biaya rumah sakit yang bisa sangat mahal. Andai pun ada tambahan biaya, maka tidak sebanyak jika tidak menggunakan BPJS Kesehatan.

Tidak hanya menanggung biaya pengobatan bayinya, Siti mengaku sangat terbantu dengan adanya Program JKN, karena juga membantu meringankan biaya tes laboratorium yang rutin ia jalani.

Siti memiliki riwayat medis adanya keluhan pada kelenjar tiroidnya, yang semakin lama semakin parah, hingga akhirnya kedua kelenjar tiroidnya diangkat.

“Kelenjar tiroid saya diambil semua, jadi saya harus mengonsumsi obat-obatan seumur hidup. Kalau tidak, tubuh saya akan lemas karena tidak ada hormon tiroid yang dihasilkan oleh tubuh,” ujar Siti.

Kelenjar tiroid merupakan organ yang sangat penting dalam tubuh, karena berfungsi mengatur metabolisme tubuh melalui hormon yang diproduksinya. Tanpa tiroid, Siti harus bergantung pada obat-obatan pengganti yang harus dikonsumsi setiap hari seumur hidupnya. Selain itu, untuk memantau kondisinya, Siti harus melakukan tes laboratorium rutin setiap bulan.

"Setiap bulan saya harus cek hormon dan kondisi tubuh, dan semua biaya untuk tes laboratorium tersebut bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan," kata Siti dengan lega.

Ia mengaku sempat khawatir dengan biaya pemeriksaan dan obat yang harus dikonsumsi seumur hidup, namun dengan terdaftar sebagai peserta JKN, dirinya menjadi lebih tenang karena sejumlah biaya dicover.

"Saya sudah ikut menjadi peserta JKN dengan segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang biasanya disebut peserta mandiri sebelum menikah. Saat ini saya terdaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah Daerah (PBPU BP Pemda)," tutup Siti.

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.