BMKG sebut aktivitas sesar sebabkan gempa di Konsel

id BMKG Kendari,Kota Kendai,Sulawesi Tenggara,BMKG,Gempa Konsel,Konawe Selatan

BMKG sebut aktivitas sesar sebabkan gempa di Konsel

Hasil permodelan titik gempa di Konawe Selatan oleh BMKG Kendari, Sulawesi Tenggara. ANTARA/HO-BMKG Kendari

Kendari (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut aktivitas sesar aktif menyebabkan terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 2,8 di wilayah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kendari Rudin saat dihubungi di Kendari, Minggu, mengatakan bahwa gempa bumi tersebut terjadi sekitar pukul 08.51 Wita di wilayah Barat Daya, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konsel.

"Terletak pada koordinat 4.29 Lintang Selatan (LS), 122.51 Bujur Timur (BT), atau tepatnya dua kilometer barat daya Laeya, Konsel, Provinsi Sulawesi Tenggara pada kedalaman delapan kilometer," kata Rudin.

Dia menyebutkan jenis dan mekanisme tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter.

Baca juga: Atlet paralayang WN Korsel ditemukan meninggal di reruntuhan Hotel Roa-Roa

Rudin menyampaikan dampak gempa bumi tersebut juga dilaporkan dapat dirasakan di wilayah Kabupaten Konsel dengan skala II-II MMI atau seperti getaran dirasakan nyata dalam rumah dan getaran seakan-akan ada truk yang berlalu.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ujarnya.

Dia menjelaskan, hasil permodelan dari aktivitas gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

"Hingga pukul 09.24 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi gempa bumi susulan," jelasnya.

Rudin mengungkapkan pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ia juga meminta agar masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.