Logo Header Antaranews Jogja

Yogyakarta mengajak warga sadar tata ruang lewat lomba Hantaru 2025

Rabu, 15 Oktober 2025 00:01 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta Wahyu Handoyo HP di Kantor Diskominfosan Kota Yogyakarta, Selasa (14/10/2025).ANTARA/Rini Juliana

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap penataan ruang dan kebersihan lingkungan melalui Lomba Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) 2025.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta Wahyu Handoyo HP di Yogyakarta, Selasa, mengatakan lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hantaru yang rutin digelar setiap tahun.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan yang keempat kalinya, sejak tahun 2022, 2023, dan 2024 Kota Yogyakarta memperingati Hantaru," kata Wahyu.

Ia menjelaskan, Hantaru diperingati setiap tahun sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan agraria dan tata ruang yang adil dan berkelanjutan.

"Kami upayakan Hantaru ini menjadi lembaga yang berkelanjutan, sehingga setiap tahun dapat diperingati, tentunya dengan maksud untuk membuka kesadaran dan partisipasi masyarakat Yogyakarta dalam urusan tata ruang," ujar dia.

Tema yang diangkat pada pelaksanaan Lomba Hantaru 2025 yaitu "Padhang Resik Jogjaku", yang berasal dari bahasa Jawa "padhang" berarti terang atau cerah, dan "resik" berarti bersih. Tema tersebut mencerminkan komitmen untuk mewujudkan Kota Yogyakarta yang tertata dan bebas dari persoalan sampah.

"Tema ini tentu dengan masalah yang sedang kita hadapi, yaitu kemarin Yogya mengalami darurat sampah. Kita bekerja keras untuk hal ini, dan di sini Hantaru berkontribusi dalam menyelesaikan sampah yang harus ditata ulang," kata dia.

Ada dua subtema yang diangkat pada Lomba Hantaru 2025, yakni "Pepadhang Resik Jogja" dan Mas Jos (Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah).

Subtema pertama menyoroti persoalan penataan reklame yang berpotensi menjadi sampah visual apabila tidak tertata dengan baik dan dapat mengganggu keindahan serta kenyamanan kota.

Sedangkan subtema kedua, Mas Jos, membahas upaya pengelolaan sampah fisik di masyarakat melalui gerakan bersama untuk menjadikan Yogyakarta bebas dari permasalahan sampah.

Dalam peringatan Hantaru 2025, akan digelar empat jenis perlombaan: lomba fotografi, penulisan esai, video pendek, dan poster. Persyaratan dan kategori lomba dapat diakses melalui laman resmi dinpertaru.jogjakota.go.id serta akun Instagram @dinpertarujogja.

Wahyu berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang efektif dan penataan ruang yang berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026