Bantul menanam perdana tebu upaya dukung swasembada pangan

id Gapoktan Bantul ,Tanam perdana tebu ,Dukung swasembada pangan

Bantul menanam perdana tebu upaya dukung swasembada pangan

Kegiatan tanam perdana tebu di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (ANTARA/HO-Kominfo Bantul)

Bantul (ANTARA) - Kelompok Tani Ngudi Mulyo Donotirto, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kegiatan tanam perdana tebu sebagai upaya mendukung swasembada pangan pemerintah tersebut.

"Selain sebagai upaya swasembada pangan, program tanam tebu ini juga mendukung hilirisasi pertanian yang sedang digaungkan pemerintah pusat," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam keterangannya usai penanaman tebu di Bantul, Kamis.

Menurut dia, tanaman tebu merupakan satu komoditas yang bermanfaat dan menguntungkan, karena akan mendukung pertumbuhan ekonomi di Bantul yang memang disangga oleh sektor pertanian.

"Di Kabupaten Bantul, pertanian menjadi sektor prioritas pembangunan. Sehingga kami apresiasi kepada para petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) yang telah berinisiatif bekerja sama mengembalikan kejayaan tebu di Bantul," katanya.

Terlebih, seperti yang diketahui bersama, Indonesia pernah menjadi eksportir terbesar komoditas gula.

Kabupaten Bantul sendiri pada tahun 1930 juga menjadi produsen gula yang cukup besar, terbukti dengan banyaknya pabrik gula di wilayah Bantul.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto mengatakan, dari target 100 hektare tanaman tebu di Kabupaten Bantul, saat ini sudah mencapai 71 hektare yang ditanami.

Oleh karena itu, pihaknya terus memberikan dorongan dan meyakinkan kepada para petani untuk mengikuti program tanam tebu.

"Ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk mendukung program tanam tebu ini. Subsidi pemerintah untuk kegiatan bongkar ratoon tebu kurang lebih Rp14 juta, Rp10 juta untuk pembelian benih dan Rp4 juta untuk mengolah lahan," katanya.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.