Gunungkidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen membantu para petani di daerahnya sebagai bagian upaya memperkuat sektor pertanian sebagai pilar kedaulatan pangan.
"Pemkab Gunungkidul berkomitmen terus mengucurkan bantuan untuk mendukung petani. Pada 2025, bantuan yang disalurkan meliputi benih padi sebanyak 108,3 ton untuk lahan seluas 4.332 hektare," kata Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat panen raya padi di Gunungkidul, Senin.
Acara panen raya padi Musim Tanam (MT) pertama 2025-2026 yang dipusatkan di Bulak Tahunan, Bulurejo, Kecamatan Semin, tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor pertanian sebagai pilar kedaulatan pangan.
Selain bantuan benih padi, kata Bupati, juga ada bantuan pupuk subsidi bagi kelompok tani di Kabupaten Gunungkidul yang mencapai 11.727 ton urea, dan sebanyak 11.742 ton NPK.
"Serta bantuan alsintan (alat mesin pertanian) berupa unit combine harvester, pompa air, dan hand sprayer melalui dana APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) serta aspirasi DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI," katanya.
Lebih lanjut Bupati Endah mengatakan, petani adalah pejuang pangan yang harus didukung penuh oleh pemerintah, dan salah satu perhatian utama dalam panen kali ini adalah penggunaan teknologi pertanian modern.
Oleh karena itu, Bupati Endah juga mengapresiasi efisiensi penggunaan alat mesin pertanian seperti combine harvester yang mampu memangkas waktu panen secara signifikan.
Dalam upaya mendukung mobilitas hasil panen, Endah mengatakan pemkab betkomitmen mengupayakan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) dan jembatan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, mengingat anggaran kabupaten yang terbatas.
"Mari kita terus maju dengan keyakinan bahwa petani adalah pejuang. Kita harus menanam apa yang kita makan, dan memakan apa yang kita tanam," katanya.
Sementara itu, Panewu (Camat) Semin Dasno mengatakan hasil ubinan padi varietas Ciherang dan Inpari 32 di wilayahnya rata-rata mencapai 7,52 ton per hektare gabah kering panen (GKP), atau setara 6,5 ton per hektare gabah kering giling (GKG).
"Secara keseluruhan, luas panen padi di Kapanewon Semin pada Februari ini diperkirakan mencapai 3.797 hektare," katanya.
