Logo Header Antaranews Jogja

Komisi VIII DPR menyoroti kondisi psikis korban Longsor Cisarua

Senin, 26 Januari 2026 21:43 WIB
Image Print
Anggota DPR RI Komisi VIII Atalia Prarataya dalam kunjungannya di Cisarua, Bandung Barat, Senin (26/1/2026). ANTARA/Ilham Nugraha

Bandung (ANTARA) - Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Atalia Praratya menyoroti kondisi psikis korban longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, setelah kehilangan kerabat pada peristiwa tersebut.

Atalia dalam kunjungannya di Bandung, Senin, menjelaskan telah bertemu sejumlah warga terdampak di pengungsian dengan beberapa korban menyatakan telah kehilangan seluruh anggota keluarga dalamkejadian tersebut.

"Saya sudah sempat ketemu beberapa keluarga, kondisi psikisnya harus disoroti, termasuk ibu yang dia tinggal sendirian karena 14 anaknya masih belum ditemukan. Jadi satu keluarganya itu ada 16 orang, yang ditemukan baru dua," katanya.

Menurut dia, pendekatan pemerintah terhadap warga harus bersifat humanis, dengan memberikan penguatan psikologis sekaligus arahan agar tetap mematuhi prosedur evakuasi.

Dirinya juga memastikan pemerintah akan memberikan penanganan maksimal pada korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan mengutamakan keselamatan warga dan petugas di lapangan.

Ia juga meminta masyarakat dapat mengikuti instruksi dan arahan dari pemerintah guna mempercepat proses penanganan bencana.

"Bagaimanapun juga, pemerintah akan berusaha yang terbaik bagi warganya. Saya kira yang paling terbaik untuk warga saat ini, selama masih operasi, adalah mereka taat kepada pemerintah," ujarnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya koordinasi dari tingkat pusat hingga desa untuk meminimalisasi risiko bencana serupa di masa mendatang.

"Kita dorong komunitas untuk gencar, dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah kuatkan koordinasi. Mereka memberikan banyak solusi berbeda yang saling melengkapi," katanya.

Ia menilai bahwa dukungan logistik, termasuk bantuan pangan, medis, dan perlengkapan darurat, harus terus disalurkan agar warga terdampak dapat bertahan hingga evakuasi selesai.

Atalia juga menyebut bahwa trauma warga menjadi perhatian serius karena banyak keluarga yang terdampak mengalami kondisi berat karena kehilangan anggota keluarganya masih belum ditemukan.

Dirinya berharap, warga pengungsi dapat saling menguatkan dan mematuhi arahan pihak berwenang sehingga keselamatan mereka dapat lebih terjamin.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komisi VIII DPR soroti kondisi psikis korban Longsor Cisarua



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026