Hujan deras berpetir berpotensi terjadi pada Rabu

id sirsulasi siklonik, samudera hindia, samudera pasifik, aceh, papua barat daya

Hujan deras berpetir berpotensi terjadi pada Rabu

Ilustrasi orang tua mendampingi anak berkegiatan di luar ruangan saat hujan. ANTARA/Pexel/Ron Lach

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan deras disertai petir yang mengepung mayoritas daerah di tanah air pada Rabu.

Prakirawan cuaca BMKG, Afif Setiawan dalam siaran daring yang diikuti di Jakarta menyampaikan bahwa potensi hujan berintensitas ringan diprakirakan mengguyur Kota Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Tanjung Selor, Denpasar, Mamuju, Kendari, Ambon, Jayawijaya, dan Merauke.

Selanjutnya di Kota Banda Aceh, Medan, Tanjung Pinang, Palembang, Pontianak, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayawijaya, Nabire diperkirakan berawan tebal hingga berkabut.

Untuk Kota Serang, Jakarta, Surabaya, Mataram, Makassar diperkirakan hujan sedang. Dan hujan disertai dengan petir di Samarinda, Banjarmasin, Padang, dan Kupang.

Menurut BMKG kombinasi dinamika atmosfer menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca tersebut, menyusul hasil pantauan meteorologi didapati sirkulasi siklonik dari Samudera Hindia barat Sumatera hingga Samudera Pasifik utara Papua Barat Daya yang berdampak langsung maupun tak langsung turut mempengaruhi potensi hujan di Indonesia.

BMKG memberikan peringatan dini siaga dampak hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat untuk mayoritas daerah di Pulau Jawa serta Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat setidaknya dalam 24 jam ke depan.

Kondisi demikian bisa juga menimbulkan dampak cuaca ekstrem kebencanaan hidrometeorologi yang meliputi banjir, banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor.

Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.