Logo Header Antaranews Jogja

Prancis dukung usulan tetapkan Garda Revolusi Iran sebagai teroris

Kamis, 29 Januari 2026 12:09 WIB
Image Print
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto bertemu Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone di kantor Kemdiktisaintek, Senin (26/1/2026). ANTARA/HO-Kemendiktisaintek

Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, Rabu (28/1), mengatakan bahwa Prancis akan mendukung kemungkinan penetapan Korps Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris.

"Prancis akan mendukung penetapan Korps Garda Revolusi Islam dalam daftar organisasi teroris Eropa. Rezim harus segera membebaskan tahanan, mengakhiri eksekusi, mencabut blokade digital, dan mengizinkan misi pencarian fakta Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk menyelidiki kejahatan yang dilakukan di Iran," tulis Barrot di akun X.

Dia mengatakan bahwa negara-negara Eropa lainnya akan mengadopsi sanksi pada Kamis dalam pertemuan menteri luar negeri di Brussels terhadap mereka yang bertanggung jawab atas "penindasan yang tak tertahankan" terhadap pemberontakan rakyat Iran.

"Mereka akan dilarang memasuki wilayah Eropa dan aset mereka akan dibekukan," tambah Barrot.

Iran telah diguncang oleh gelombang protes sejak 28 Desember di Grand Bazaar Tehran karena depresiasi tajam rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi. Demonstrasi kemudian menyebar ke kota-kota lain.

Para pejabat Iran menuduh AS dan Israel mendukung "perusuh bersenjata" untuk menciptakan dalih bagi intervensi asing dan memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan memicu respons "cepat dan komprehensif".

Sumber: Anadolu




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prancis dukung usulan tetapkan Garda Revolusi Iran sebagai teroris



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026