Yogyakarta (ANTARA) - Bank Jateng menandai babak baru perjalanan korporasinya dengan menggelar prosesi pelantikan pengurus baru.
Acara khidmat ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, bertempat di Bank Jateng Kantor Pusat, Kamis (5/3).
Seremoni ini merupakan implementasi keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang telah diselenggarakan pada 27 Februari 2026, dimana Bank Jateng telah menetapkan formasi pengurus terbaru yang mencakup jajaran Dewan Komisaris, Direksi, serta Dewan Pengawas Syariah.
Adnas dipercaya menjabat sebagai Komisaris Utama Independen, didampingi Darsono sebagai Komisaris Independen dan Sumarno sebagai Komisaris. Sementara itu, posisi Direktur Utama kini diamanatkan kepada Bambang Widyatmoko.
Lini direksi lainnya diisi oleh Mas Waris (Direktur Bisnis Kelembagaan dan UUS), Bambang Ristianto (Direktur Keuangan), Eko Tri Prasetyo (Direktur Digital dan Bisnis Konsumer), Anna Kusumarita (Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM), serta Erik Abibon (Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko). Sedangkan posisi Dewan Pengawas Syariah diisi oleh Dr H Tafsir, M.Ag dan Dr H Nur Fatoni, M.Ag.
Dalam arahannya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi atas kinerja gemilang Bank Jateng di bawah kepemimpinan Irianto Harko Saputro sepanjang tahun buku 2025. Bank kebanggaan Jawa Tengah ini berhasil menembus angka sebesar Rp100,07 triliun, atau tumbuh 6% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Bank Jateng menjadi salah satu bank yang tersehat, ekspansi bisnis juga terus berkembang, dan kepercayaan masyarakat semakin meningkat. Ini menjadi fondasi kuat bagi jajaran direksi yang baru untuk melanjutkan pertumbuhan Bank Jateng," ungkap Gubernur Luthfi.
Keberhasilan ini selaras dengan pertumbuhan laba bersih yang mencapai Rp1,42 triliun, meningkat signifikan sebesar 11,57% secara tahunan (year-on-year). Kepercayaan masyarakat juga tercermin dari raihan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp80,54 triliun serta penyaluran kredit yang mencapai Rp64,21 triliun.
"Pencapaian aset melampaui Rp100,07 triliun ini adalah bukti bahwa kepercayaan masyarakat tetap terjaga dan fungsi intermediasi bank berjalan dengan sangat baik," ujar Gubernur Ahmad Luthfi.
