Yogyakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kondisi aman hingga Lebaran 2026.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan mengatakan pihaknya telah menyiapkan tambahan pasokan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi.
"Kami menyiapkan (tambahan) 20 persen hingga 30 persen dari konsumsi normal," ujar Taufiq saat dihubungi di Yogyakarta, Rabu.
Baca juga: Menkeu: Harga BBM masih bisa ditahan hingga akhir tahun
Ia menjelaskan secara harian stok BBM yang tersedia mencapai sekitar 16 kali lipat dari konsumsi normal sehingga masih mampu memenuhi kebutuhan meskipun terjadi peningkatan permintaan.
"Ada lonjakan konsumsi sekalipun kita masih sanggup mengatasi," ujar Taufiq.
Untuk memperkuat ketahanan pasokan, Pertamina juga meningkatkan stok BBM sebesar 5-10 persen di Fuel Terminal Rewulu.
Selain itu, Pertamina menyiagakan layanan tambahan guna menjaga kelancaran distribusi, antara lain SPBU Siaga yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, SPBU kantong, motoris BBM di wilayah Gunungkidul, serta modular di exit Tol Purwomartani, Sleman.
Baca juga: Menkeu pastikan APBN masih kuat menyerap kenaikan harga minyak global
Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoline diproyeksikan meningkat, terutama di Kabupaten Gunungkidul sebesar 9,7 persen dan Kulon Progo sebesar 10,5 persen dibandingkan konsumsi normal harian.
Guna mengurangi antrean di SPBU, Taufiq mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan serta memanfaatkan pembayaran non-tunai.
Ia memastikan seluruh SPBU di DIY telah menyiagakan stok sehingga pasokan BBM dan elpiji tetap aman hingga awal April.
"Kami mengimbau masyarakat mengonsumsi BBM secukupnya sesuai dengan spesifikasi kendaraannya," ujar dia.
