
Pengamat nilai penundaan kenaikan harga BBM sebagai langkah matang

Jakarta (ANTARA) - Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah menilai kebijakan pemerintah yang penundaan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan langkah yang matang.
Dia menjelaskan pernyataan yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebagai langkah yang sudah tepat dari segi kebijakan publik.
"Jadi artinya, pemerintah sudah punya perencanaan yang matang terkait dengan kebijakan (harga) BBM ini," kata Trubus saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, kebijakan pemerintah saat ini sangat pro-publik, artinya sangat memperhatikan dan melindungi kepentingan hajat masyarakat.
"Berarti kan Presiden telah mencoba berusaha semua tenaga untuk tidak ada naikkan (harga) BBM. Yang saya lihat bahwa pemerintah konsisten terhadap pengendalian harga BBM," tuturnya.
Ia juga menyatakan bahwa pemerintah lebih mengutamakan stabilitas ekonomi.
"Jadi, dalam hal stabilitas ini termasuk stabilitas politik di dalamnya. Saya lihat pemerintah lebih mengedepankan kepentingan publik secara luas sehingga mengenai BBM ini sudah dikendalikan sedemikian rupa," ujarnya.
Ia menduga bahwa narasi-narasi kepanikan yang berkembang di masyarakat terkait harga BBM diciptakan oleh orang-orang yang berseberangan pandangan dengan pemerintah.
"Kepanikan masyarakat itu isu-isu yang dibuat hanya orang-orang yang selama ini memang berseberangan dengan pemerintah," katanya.
Trubus menegaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini relatif baik dan perlu menjaga stok BBM yang ada. Ia turut memberikan catatan kepada pemerintah untuk mewaspadai adanya penyelundupan BBM ke luar negeri.
"Karena orang kita itu banyak 'nakal-nakal'. Nanti itu terjadi penyelundupan, itu yang dikhawatirkan," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pengamat nilai penundaan kenaikan harga BBM sebagai langkah matang
Pewarta : Benardy Ferdiansyah/Muhammad Rizki
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
