Logo Header Antaranews Jogja

One Pride MMA suguhkan dua perebutan gelar pada debut 2026

Jumat, 10 April 2026 18:42 WIB
Image Print
Petarung MMA Indonesia Windri Patilima (kanan) dan Ronald Mastrana Siahaan (kiri) berfoto bersama COO One Pride MMA Suwardi (tengah) dalam sesi face-off jelang pertarungan perebutan gelar juara kelas ringan sebagai main event ajang One Pride MMA Fight Night 89 di Jakarta, Jumat (10/4/2026). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Jakarta (ANTARA) - Promotor One Pride MMA menyuguhkan dua perebutan gelar juara kelas ringan (70,3 kg) dan kelas bulu (65,8 kg) saat memulai debut tahun 2026 melalui ajang One Pride MMA Fight Night 89 pada Sabtu (11/4).

"Fight Night 89 ini bukan cuma soal pertandingan, tapi juga jadi ajang pembuktian para petarung terbaik Indonesia," kata COO One Pride MMA Suwardi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Perebutan gelar akan tersaji dalam pertarungan antara Windri Patilima melawan Ronald Mastrana Siahaan di kelas ringan serta Yudi Cahyadi melawan Ajuldihamro Simbolon untuk gelar kelas bulu.

Suwardi menjelaskan bahwa laga Windri melawan Ronald sebagai acara utama Fight Night 89 sudah lama dinanti-nantikan penggemar MMA di Tanah Air sehingga antusiasme menyambut laga tersebut cukup tinggi. Windri yang sebelumnya berkiprah di divisi kelas welter kini turun ke kelas ringan untuk mengincar sabuk juara kelas ringan milik Ronald.

Oleh sebab itu, pihaknya juga menghadirkan sesuatu yang baru lewat hystrike (teknik pertarungan berdiri yang melibatkan serangan menggunakan anggota tubuh seperti tangan, kaki, lutut, dan sikut untuk mengenai lawan) agar penonton mendapatkan pengalaman yang lebih segar.

Suwardi berharap hadirnya ajang itu dapat terus mendorong perkembangan olahraga seni bela diri campuran atau MMA Indonesia.

"Semoga ini membuat MMA kita semakin diperhitungkan bukan cuma di dalam negeri tetapi juga di level internasional," katanya.

Dari total 12 laga yang disajikan di Fight Night 89, lima laga di antaranya menjadi partai utama yang disiarkan secara eksklusif melalui layanan pay-per-view di platform Vidio sebagai mitra resmi OTT One Pride MMA.

Managing Director Vidio Hermawan Sutanto mengapresiasi One Pride MMA yang secara konsisten menghadirkan semangat kompetisi tinggi dari para petarung terbaik di Indonesia.

Ia memastikan bahwa pihaknya siap mendukung ajang tersebut dengan menyuguhkan tayangan pertarungan berkualitas, sekaligus membuka peluang bagi MMA Indonesia untuk dikenal di kancah global.

"Kehadiran One Pride MMA turut memperkuat posisi Vidio sebagai home of sports dengan ragam tayangan olahraga unggulan," katanya.

Berikut 12 kartu pertarungan dalam ajang One Pride Fight Night 89:

Fight Card One Pride FN 89 disiarkan pay-per- view di platform Vidio, Sabtu (11/4) pukul 20.35 WIB
1. Ronald Mastrana Siahaan (8 kemenangan-2 kekalahan-0 seri) lawan Windri Patilima (11-2-0) - Perebutan gelar kelas ringan
2. Pinter Berantem (0-0-0) lawan Preman Pensiun (0-0-0) - Hystrike
3. Mario Satya (12-9-0) lawan Ikhsan Lani (3-1-0) - Pertarungan penantang kelas bantam
4. Nendi Speed (5-1-0) lawan Edowar Firnanda (5-6-0) - Hystrike
5. Yudi Cahyadi (7-2-0) lawan Ajuldihamro Simbolon (6-7-0) - Perebutan gelar kelas bulu

Fight Card One Pride FN 89 disiarkan di YouTube One Pride MMA. Sabtu (11/4) pukul 17.00 WIB
1. Hatoropan Simbolon (7-8-0) vs Alan Lolo (5-3-0)
2. Gideon Manurung (8-4-0) lawan Antoni Tambunan (5-3-0) - Turnamen hystrike
3. Ade Permana (12-2-0) lawan Donny Simangunsong (4-1-0) - Turnamen hystrike
4. Eka Darmawansyah (4-4-0) lawan Porhens Pareda (3-0-0) - Turnamen hystrike
5. Iman Lesmana (6-1-0) lawan Rizki Pakaya (5-4-0) - Ekshibisi hystrike
6. Billy Pasulatan (13-5-0) lawan Rama Suphandi (11-5-0)
7. Novan Kaunang (12-4-0) lawan Cueng Naibaho (6-0-0)- Turnamen hystrike.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: One Pride MMA suguhkan dua perebutan gelar pada debut 2026



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026