One way di ruas Tol Cipali resmi dihentikan pada H-1 Lebaran

id One way, contraflow, Cipali, Cikopo-Palimanan, mudik

One way di ruas Tol Cipali resmi dihentikan pada H-1 Lebaran

Kondisi arus lalu lintas jalan Tol Cipali setelah one way dihentikan. (ANTARA/HO-Astra Tol Cipali)

Subang (ANTARA) - Rekayasa lalu lintas one way di ruas jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) pada musim mudik lebaran tahun ini resmi dihentikan dan penggunaan jalur kembali normal, Jumat siang.

Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, dalam keterangannya di Subang, Jabar, Jumat menyampaikan pada H-1 Lebaran ini, pukul 14.22 WIB rekayasa lalu lintas one way nasional telah selesai dan sudah dinormalisasi.

Seiring dengan hal tersebut, maka saat ini, ruas Tol Cikopo-Palimanan KM 72-188 sudah dapat dilalui dua arah (normal), baik dari arah Cirebon menuju Jakarta maupun sebaliknya.

Sementara itu, berdasarkan data periode pukul 00.00 WIB hingga 15.00 WIB, tercatat sekitar 22 ribu kendaraan telah melintasi ruas Tol Cipali melewati eks Gerbang Tol Cikopo menuju arah Cirebon.

Jumlah tersebut lebih rendah 68,4 persen dibandingkan periode waktu yang sama pada hari sebelumnya, dengan rata-rata sekitar 1.400 kendaraan per jam.

Astra Tol Cipali mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, jaga jarak aman, serta persiapkan kondisi kendaraan dan fisik yang prima sebelum melakukan perjalanan.

Sementara itu, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyampaikan, rekayasa lalu lintas contraflow di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek dari KM 36 sampai KM 70 yang sebelumnya diberlakukan secara situasional dengan skema buka-tutup sejak 17 Maret 2026 hingga Jumat, atas diskresi kepolisian resmi dihentikan.

Saat ini, kondisi lalu lintas di ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek telah kembali normal di kedua arah.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo menyampaikan penghentian rekayasa lalu lintas dilakukan setelah mempertimbangkan perkembangan volume kendaraan yang telah menunjukkan kondisi lebih terkendali.

“Setelah sebelumnya rekayasa lalu lintas contraflow diberlakukan secara situasional dengan skema buka-tutup sejak 17 Maret 2026. Berdasarkan monitoring lalu lintas di lapangan, puncak volume kendaraan terjadi pada 18 Maret 2026. Selanjutnya, pada 19 Maret 2026 shift 3 hingga 20 Maret 2026, volume lalu lintas di kedua arah terpantau cukup terkendali sehingga dilakukan normalisasi lalu lintas dan contraflow dihentikan," katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.