Logo Header Antaranews Jogja

Sebanyak 20 dapur MBG disuspend karena tak sesuai SOP

Kamis, 23 April 2026 05:04 WIB
Image Print
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Brigjen TNI Albertus Doni Dewantoro, di Serang, Rabu (22/4/2026). ANTARA/Desi Purnama Sari

Serang (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional (suspend) terhadap 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Banten karena dapur mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut dinilai tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP).

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Brigjen TNI Albertus Doni Dewantoro, di Serang, Rabu, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 98 persen permasalahan, termasuk kasus keracunan, bersumber dari kondisi dapur yang tidak standar.

"Penyebab utamanya adalah dapur kurang sesuai standar dan SOP yang tidak dijalankan dengan baik, mulai dari ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), kebersihan yang kurang, hingga kualitas menu yang buruk," ujar Doni.

Doni merinci bahwa Kabupaten Lebak menjadi wilayah dengan jumlah dapur terbanyak yang dilakukan suspend, disusul oleh Kabupaten Pandeglang. Kabupaten Lebak delapan SPPG dan Kabupaten Pandeglang tujuh SPPG.

Baca juga: BGN siapkan regulasi klaster SPPG untuk tentukan besaran insentif

"Jenis pelanggarannya karena ketiadaan IPAL serta penyajian menu yang tidak layak, seperti makanan basi atau porsi minimalis yang tidak sesuai standar gizi," jelasnya.

BGN memberikan waktu satu minggu bagi pengelola dapur yang terkena sanksi suspend untuk melakukan perbaikan total sesuai SOP. Jika syarat tersebut terpenuhi, barulah izin operasional akan dibuka kembali.

Namun, Doni menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi jika pelanggaran terjadi berulang kali. Alur pemberian sanksi dilakukan secara bertahap mulai dari surat peringatan (SP).

"Sejauh ini di Banten baru ada yang sampai SP 2. Jika sudah mencapai SP 3, kami akan memberikan rekomendasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk penutupan permanen. Kita beri kesempatan satu kali, begitu dua kali melanggar, langsung tutup," tegas Doni.

Langkah preventif ini diharapkan dapat menjamin keamanan pangan bagi anak-anak sekolah serta memastikan program nasional ini berjalan sesuai target kualitas yang ditetapkan pemerintah.








Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BGN suspend 20 dapur MBG di Banten karena tidak sesuai SOP



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026