Logo Header Antaranews Jogja

ESDM: Shell beli solar dari Pertamina

Rabu, 13 Mei 2026 12:35 WIB
Image Print
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman memberi keterangan ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell kembali menjual solar sebab membeli dari Pertamina.

“Itu adalah kerja sama dengan Pertamina yang kemarin sudah kami gagas, kami fasilitasi,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.

SPBU Shell sempat mengalami kelangkaan stok BBM sejak awal tahun 2026, sementara SPBU swasta lainnya sudah mulai menjual BBM dengan normal.

Kemudian, pada 9 Mei 2026, manajemen Shell Indonesia mengumumkan solar kembali tersedia di SPBU Shell setelah mengalami kelangkaan sejak awal tahun 2026, dengan harga Rp30.890 per liter.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada kerja sama dengan Pertamina untuk bisa mereka mulai lagi,” ujar Laode.

Sementara itu, untuk SPBU swasta lainnya seperti bp dan Vivo, Laode mengatakan sudah memfasilitasi pertemuan untuk pembelian solar dari Pertamina.

“Sebenarnya kan arah kami nanti seperti itu. Memang belum semuanya, tetapi sudah mulai,” kata Laode.

Pada Februari 2026, Kementerian ESDM mengatakan badan usaha pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta menggunakan solar dalam negeri yang dibeli dari Pertamina mulai April 2026.

Terdapat poin-poin yang saat itu harus disiapkan oleh Pertamina pada masa transisi, seperti penyediaan loading port atau pelabuhan muat yang memadai, kargo yang disesuaikan dengan volume yang dipesan oleh masing-masing badan usaha, serta spek bahan bakar murni atau base fuel solar yang disesuaikan dengan permintaan badan usaha.

Berbagai poin itu didiskusikan dalam pertemuan antara Laode dengan badan usaha pengelola SPBU sebagai langkah mitigasi, sehingga pada April diharapkan tidak terjadi krisis yang terkait pembelian solar dalam negeri.

Keharusan membeli solar dari Pertamina menyusul Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur.

RDMP Kilang Balikpapan memungkinkan kilang tersebut mengelola hingga 360 ribu barel per hari. Kapasitas itu setara dengan 22–25 persen atau seperempat dari kebutuhan nasional.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional, dengan penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun, dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp514 triliun.

Ketika disinggung soal SPBU swasta yang akan membeli solar dari Pertamina, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pun mengiyakan.







Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ESDM: Shell beli solar dari Pertamina



Pewarta :
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026