Logo Header Antaranews Jogja

BRICS dorong perempuan pimpin Sekjen PBB

Sabtu, 16 Mei 2026 06:36 WIB
Image Print
Logo kelompok kemitraan strategis BRICS. (ANTARA/https://infobrics.org)

New Delhi (ANTARA) - Menteri luar negeri negara-negara BRICS menyerukan peningkatan peran perempuan di organisasi internasional dan menyoroti belum pernah adanya perempuan yang menjabat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, demikian isi pernyataan yang dirilis Jumat usai KTT di New Delhi.

“Dalam proses pemilihan Sekjen PBB berikutnya, para menteri mencatat hanya satu warga Amerika Latin dan Karibia yang pernah menduduki posisi itu, serta belum pernah ada perempuan terpilih,” bunyi pernyataan itu.

Baca juga: Indonesia dorong penguatan perlindungan hutan dunia pada UNFF21

Baca juga: Dubes Boroujerdi: Perang AS-Iran berpotensi ubah tatanan global

Para diplomat utama BRICS juga menyerukan representasi geografis yang adil di Sekretariat PBB dan organisasi internasional lain, serta peningkatan peran perempuan, terutama dari negara berkembang, pada seluruh tingkat kepemimpinan.

BRICS merupakan kelompok antarpemerintah yang dibentuk pada 2006 oleh Rusia, China, India, dan Brasil, dengan Afrika Selatan bergabung pada 2011.

Lima negara tambahan bergabung dengan BRICS pada awal tahun 2024, yaitu Mesir, Etiopia, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), dan Arab Saudi.

Lalu, Indonesia menjadi anggota ke-11 yang bergabung ke BRICS pada tahun 2025. Tahun ini, India memegang keketuaan BRICS.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti










Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BRICS dorong perempuan pimpin Sekjen PBB



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026