
Kemenhaj memperkuat persiapan layanan konsumsi jelang puncak haji

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan konsumsi bagi jamaah calon haji Indonesia jelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) disiapkan secara optimal untuk menjaga stamina, kesehatan, dan kenyamanan jamaah.
“Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jamaah,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff di Jakarta, Senin.
Berdasarkan data terakhir, sebanyak 464 kloter dengan 179.463 orang dan 1.851 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Sementara itu, sebanyak 455 kloter dengan 175.682 orang dan 1.820 petugas telah tiba di Makkah.
Untuk kedatangan jamaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, telah tiba 190 kloter dengan 72.904 orang dan 759 petugas. Selain itu, sebanyak 12.180 orang calon haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang ditetapkan.
Maria menjelaskan fase Armuzna merupakan periode yang sangat padat dan membutuhkan kesiapan layanan yang cepat, aman, dan terukur, termasuk dalam penyediaan makanan.
“Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks. Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik,” kata dia.
Pemerintah menyiapkan skema katering Ready To Eat atau makanan siap santap untuk mendukung layanan konsumsi jelang, selama, hingga pasca puncak haji.
Skema ini dipilih dengan mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi, daya tahan makanan di tengah mobilitas tinggi, serta pemenuhan standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa Nusantara agar lebih sesuai dengan selera jamaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jamaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” kata Maria.
Selama fase Armuzna, jamaah Indonesia akan memperoleh total 15 porsi makanan dengan cita rasa nusantara yang disediakan oleh pihak syarikah. Selain itu, disiapkan enam porsi makanan pada fase pra-Armuzna pada 7 dan 8 Dzulhijjah, serta pasca-Armuzna pada 13 Zulhijah, atau bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.
Kemenhaj juga telah melakukan pengecekan rutin dan koordinasi intensif untuk memastikan seluruh makanan siap santap dapat terdistribusi ke hotel-hotel jamaah Indonesia pada 6 Zulhijah 1447 H atau 23 Mei 2026, sebelum pergerakan jamaah menuju Armuzna dimulai.
“Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jamaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jamaah selama fase puncak haji,” kata Maria.
Kemenhaj mengimbau jamaah untuk menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, dan mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak menjelang puncak haji.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenhaj perkuat persiapan layanan konsumsi jelang puncak haji
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
