Gunung Marapi alami dua kali letusan
Sabtu, 12 Oktober 2013 15:36 WIB
Gunung Marapi di Sumatera Barat (Foto antaranews.com)
Bukittinggi, Sumbar (Antara Jogja) - Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), Warseno, menyebutkan, Gunung Marapi mengalami dua kali letusan pada Sabtu pagi yakni pukul 08.57 WIB dan pukul 09.34 WIB.
Menurut Warseno di Bukittinggi, Sabtu, dia, letusan terjadi pada gunung tersebut mengeluarkan asap berwana kelabu pekat dengan ketinggian 300-400 meter dari puncak gunung.
Karena itu, ia meminta masyarakat di sekitar gunung serta para pendaki untuk tidak mendaki pada radius tiga kilometer dari puncak Marapi.
"Status Gunung Marapi yang berada antara Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam tersebut masih waspada level-II," katanya.
Peningkatan aktivitas Gunung Marapi terjadi 3 Agustus 2011 dan sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang dengan ketinggian mencapai 1.000 meter dan menjangkau sejumlah daerah, seperti Agam, Tanah Datar, Padangpariaman, dan Padang Panjang.
Salah satu gunung aktif di Sumbar itu terakhir kali meletus pada 2005. Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek itu menjadi salah satu tujuan bagi pendaki gunung dari dalam maupun dari luar Sumbar.
Setiap pergantian tahun, gunung itu selalu ramai oleh pendaki. Akses pendakian Gunung Marapi mudah dicapai. Jalur pendakian dimulai dari Kotobaru, Tanah Datar. Kawasan Gunung Marapi merupakan area konservasi di Sumbar, yakni Suaka Alam Merapi.
Dalam catatan, terhitung sejak akhir abad 18 hingga 2008 tercatat sudah 454 kali meletus, 50 di antaranya dalam skala besar. Saat dalam status siaga, Kota Bukittinggi merupakan salah satu daerah evakuasi.
(KR-HMR)
Menurut Warseno di Bukittinggi, Sabtu, dia, letusan terjadi pada gunung tersebut mengeluarkan asap berwana kelabu pekat dengan ketinggian 300-400 meter dari puncak gunung.
Karena itu, ia meminta masyarakat di sekitar gunung serta para pendaki untuk tidak mendaki pada radius tiga kilometer dari puncak Marapi.
"Status Gunung Marapi yang berada antara Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam tersebut masih waspada level-II," katanya.
Peningkatan aktivitas Gunung Marapi terjadi 3 Agustus 2011 dan sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang dengan ketinggian mencapai 1.000 meter dan menjangkau sejumlah daerah, seperti Agam, Tanah Datar, Padangpariaman, dan Padang Panjang.
Salah satu gunung aktif di Sumbar itu terakhir kali meletus pada 2005. Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek itu menjadi salah satu tujuan bagi pendaki gunung dari dalam maupun dari luar Sumbar.
Setiap pergantian tahun, gunung itu selalu ramai oleh pendaki. Akses pendakian Gunung Marapi mudah dicapai. Jalur pendakian dimulai dari Kotobaru, Tanah Datar. Kawasan Gunung Marapi merupakan area konservasi di Sumbar, yakni Suaka Alam Merapi.
Dalam catatan, terhitung sejak akhir abad 18 hingga 2008 tercatat sudah 454 kali meletus, 50 di antaranya dalam skala besar. Saat dalam status siaga, Kota Bukittinggi merupakan salah satu daerah evakuasi.
(KR-HMR)
Pewarta : Oleh Hamriadi
Editor : Heru Jarot Cahyono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Masa tanggap darurat banjir lahar dingin Gunung Marapi, Sumbar, diperpanjang
26 May 2024 18:47 WIB, 2024
Batuan material sisa banjir lahar dingin Gunung Marapi, Sumbar, diledakkan
26 May 2024 0:51 WIB, 2024
Pemerintah beri pelatihan kerja korban banjir lahar dingin Gunung Marapi, Sumbar
23 May 2024 11:41 WIB, 2024
335 rumah baru korban banjir lahar dingin Gunung Marapi, Sumbar, warga segera menempati
22 May 2024 7:59 WIB, 2024
Jokowi minta segera relokasi warga di zona merah lahar dingin Gunung Marapi, Sumbar
21 May 2024 18:38 WIB, 2024
BNPB-BMKG tangani peringatan dini banjir lahar dingin Gunung Marapi, Sumbar
17 May 2024 18:17 WIB, 2024