Jogja (Antara Jogja) - Kepala Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta Sasongko mengatakan kewaspadaan petani terhadap pestisida atau pupuk palsu perlu diprioritaskan untuk mendukung target pencapaian swasembada beras pada 2014.

"Pestisida atau pupuk palsu dapat mempengaruhi pertumbuhan tanamanan (padi) sebab kandungan yang digunakan pada umumnya tidak sesuai dengan standar yang ditentukan," kata Sasongko di Yogyakarta, Sabtu.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi dan mencegah munculnya pupuk dan pestisida palsu atau kedaluwarsa, Dinas Pertanian (Distan) DIY melakukan pengoptimalan terhadap komisi pengawasan pupuk dan pestisida (KP3) yang sudah ada.

Di samping itu, pihaknya juga memberikan pelatihan terhadap kelompok tani untuk mencermati ciri-ciri pestisida serta pupuk yang palsu atau telah kedaluwarsa.

Untuk pupuk serta pestisida kedaluwarsa, menurut dia, dapat dicermati melalui tanggal atau komposisi yang tertera di kemasan. Petani juga disarankan untuk membeli di tempat yang resmi seperti Koperasi Unit Desa (KUD).

Khusus untuk mencermati palsu atau tidaknya pupuk yang beredar, kata dia, perlu diteliti apakah sudah memiliki nomor terdaftar dari Kementerian Pertanian atau belum.

Sesuai peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2001 tentang pupuk budidaya tanaman Pasal 6 ditegaskan bahwa pupuk yang diproduksi dalam negeri atau impor sebelum diedarkan dan digunakan harus didaftarkan di Kemeneterian Pertanian untuk memeperoleh nomor pendaftaran. Hal itu juga berlaku bagi pupuk yang diproduksi oleh petani lokal.

"Sepanjang pupuknya sudah mendapatkan izin dari Kementerian Pertanian serta Kementerian Perdagangan bisa diedarkan," kata dia.

Meski demikian, ia mengakui hingga saat ini pihaknya belum menemukan peredaran pestisida dan pupuk palsu atau kadaluarsa di DIY.

Sementara itu, dengan adanya hujan abu vulkanis di DIY beberapa waktu lalu, menurut dia, tidak berdampak signifikan terhadap pertanian padi di DIY, sehingga tidak mempengaruhi terget capaian swasembada beras pada tahun ini.

Sebaliknya, Ia mengatakan abu vulkanis yang berjatuhan di tanah justru akan berpotensi dapat meningkatkan kesuburan tanah.

"Abu yang sudah jatuh di tanah di sekitar tanaman justru akan menambah kesuburan. Hal itu dapat tercermin dari kesuburan tanaman yang ada di sekitar kebanyakan lereng gunung," kata dia.

(.KR-LQH)

Pewarta : Oleh Luqman Hakim
Editor : Heru Jarot Cahyono
Copyright © ANTARA 2026