Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat bantuan 50 unit gerobak bakso dari Kementerian Perdagangan untuk dibagikan kepada pedagang kaki lima di daerah ini.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) Kulon Progo Niken Probo Laras di Kulon Progo, Selasa, mengatakan pihaknya belum menerima berita acara serah terima bantuan dari Kementerian Perdagangan (Kemdag) sehingga 50 unit gerobak basko tersebut masih di ruang parkir Kantor Disperindag-ESDM.

"Rencananya, Kamis (8/10) utusan dari Kemendag menyerahkan bantuan gerobak bakso ke Disperindag-ESDM untuk disalurkan ke PKL," kata Niken.

Gerobak bakso beroda tiga didesain untuk berjualan keliling seperti becak kayuh. Gerobak ada di bagian depan dan saat berjalan pedagang harus mengayuh layaknya pengemudi becak. Gerobak didominasi warna merah dan putih.

"Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercantik kawasan Alun-Alun Wates. Pedagang dapat berjualan menggunakan desain gerobak sama," katanya.

Niken mengatakan gerobak baso tersebut akan diperuntukkan bagi pedagang kaki lima yang biasa berjualan di seputar Alun-Alun Wates. Bantuan berawal dari proposal dari Disperindag-ESDM dalam rangka penataan pedagang kaki lima di kawasan Alun-Alun Wates.

Pada awalnya proposal permohonan bantuan berupa gerobak baso dan tenda. Kemdag hanya meloloskan gerobak baso karena bantuan tenda dialihkan untuk penanganan kekeringan.

"Disperindag-ESDM sedang mengupayakan meminta bantuan tenda melalui CSR ke pihak ketiga. Namun sampai sekarang belum ada tanggapan," katanya.


(U.KR-STR)

Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor : Luqman Hakim
Copyright © ANTARA 2020