Bantul (Antara Jogja) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat sebanyak 109.000 wisatawan mengunjungi objek wisata di daerah iTU selama libur Maulid Nabi dan Natal 2015 hingga akhir pekan.

"Lonjakan kunjungan wisatawan terjadi pada saat tanggal 25 Desember saat libur Natal, karena pada Minggu (27/12) kemarin sudah menghadapi puncak arus balik," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul, Bambang Legowo di Bantul, Senin.

Menurut dia, jumlah kunjungan wisatawan sekitar 109.000 orang itu yang tercatat selama empat hari sejak Kamis (24/12) hingga Minggu (27/12) di seluruh objek wisata Bantul dengan rata-rata kunjungan per hari sekitar 25.000 orang.

Ia mengatakan jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata selama dua hari berturut-turut pada libur Natal dan Maulid Nabi Muhammad SAW sekitar 60.300 orang, sementara pada Sabtu-Minggu tercatat sebanyak 49.200 orang.

"Data kunjungan semua objek wisata pada Sabtu-Minggu hampir sama per harinya, namun kalau dibanding dengan dua hari libur sebelumnya ada selisih karena merupakan tanggal merah," kata Bambang.

Ia mengatakan objek wisata di Bantul yang dikunjungi dan kena retribusi antara lain Pantai Parangtritis dan Depok, Pantai Samas, Pantai Gua Cemara, Pantai Kuwaru, Pantai Baru serta dua objek wisata alam yaitu Gua Cerme dan Gua Selarong.

"Pantai Parangtritis masih menjadi primadona wisatawan karena memiliki kelebihan yang menjadi daya tarik juga daya tampung lebih luas. Kalau dirata-rata per hari total kunjungan ke Parangtritis bisa 25.000 orang," katanya.

Menurut dia, jika dihitung pendapatan dari penarikan retribusi pengunjung selama libur panjang tersebut mencapai sekitar Rp500 juta, sebab tarif pengunjung per orang sebesar Rp5.000 untuk Pantai Parangtritis dan Rp4.000 untuk pantai lainnya.

"Tarif pengunjung Pantai Parangtritis kalau hari biasa Rp4.000, sementara kalau hari libur Rp5.000 per orang, sementara objek wisata non-Parangtritis Rp3.000 di hari biasa, pada hari libur Rp4.000. Itu sudah termasuk asuransi," kata Bambang Legowo.

KR-HRI