Kopilot Ginas dimakamkan di TMP Kusumanegara
Selasa, 29 November 2016 20:08 WIB
Upacara pemakaman jenazah Lettu CPN Ginas Sasmita Aji di TMP Kusumanegara Yogyakarta. (Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto)
Yogyakarta, (Antara Jogja) - Kopilot Helikopter Bell 412 EP milik TNI AD Lettu Cpn Ginas Sasmita Aji, korban kecelakaan helikopter di Kalimantan Utara dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta.
"Dia adalah pilot yang baik dan berprestasi. Baik dalam pekerjaan sehari-hari maupun saat terbang," kata Komandan Pusat Pendidikan Penerbang Angkatan Darat Kolonel Cpn Suprapto seusai pemakaman di Yogyakarta, Selasa.
Ia menyebut, Kopilot Ginas lulus sekolah penerbang pada 2011 kemudian menjalani beberapa penugasan di seluruh Indonesia karena memiliki rating untuk menerbangkan Helikopter Bell 412.
Sedangkan tugasnya di Tarakan Kalimantan Utara baru dijalani selama dua bulan. Di lokasi tersebut, Kopilot Ginas melakukan tugas pengamanan perbatasan bersama pasukan darat lainnya.
"Tugasnya adalah memindahkan pasukan dan mendorong logistik untuk pasukan darat," katanya yang menyebut Kopilot Ginas sebenarnya disiapkan untuk promosi menjadi kapten penerbang.
Sementara itu, Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Fajar Setyawan menyatakan bahwa negara akan memberikan penghargaan kepada putra terbaik yang gugur saat menjalankan tugas.
"Tentunya, negara tidak akan tinggal diam. Ada beberapa penghargaan yang akan diberikan," katanya.
Penghargaan tersebut adalah kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula yaitu dari lettu menjadi kapten yang kini sedang dalam proses administrasi.
"Dari pimpinan TNI juga menitipkan santunan kepada keluarga yang nilainya cukup signifikan. Negara tidak akan menelantarkan tetapi memberikan perhatian penuh," katanya.
Lettu Cpn Ginas Sasmita Aji dilahirkan di Madiun pada 6 Maret 1989. Almarhum meninggalkan satu istri dan satu putra.
Helikopter Bell 412 EP dinyatakan hilang kontak pada 24 November setelah terbang dari Bandara Juwata Kota Tarakan Kalimantan Utara pukul 10.54 Wita dengan tujuan Desa Long Bawan Kabupaten Malinau.
Helikopter diketahui ditumpangi lima orang dengan empat kru yang membawa logistik ke perbatasan. Satu orang selamat dari kecelakaan tersebut, yaitu Lettu Abdi Darnain. ***2***
(E013)
"Dia adalah pilot yang baik dan berprestasi. Baik dalam pekerjaan sehari-hari maupun saat terbang," kata Komandan Pusat Pendidikan Penerbang Angkatan Darat Kolonel Cpn Suprapto seusai pemakaman di Yogyakarta, Selasa.
Ia menyebut, Kopilot Ginas lulus sekolah penerbang pada 2011 kemudian menjalani beberapa penugasan di seluruh Indonesia karena memiliki rating untuk menerbangkan Helikopter Bell 412.
Sedangkan tugasnya di Tarakan Kalimantan Utara baru dijalani selama dua bulan. Di lokasi tersebut, Kopilot Ginas melakukan tugas pengamanan perbatasan bersama pasukan darat lainnya.
"Tugasnya adalah memindahkan pasukan dan mendorong logistik untuk pasukan darat," katanya yang menyebut Kopilot Ginas sebenarnya disiapkan untuk promosi menjadi kapten penerbang.
Sementara itu, Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Fajar Setyawan menyatakan bahwa negara akan memberikan penghargaan kepada putra terbaik yang gugur saat menjalankan tugas.
"Tentunya, negara tidak akan tinggal diam. Ada beberapa penghargaan yang akan diberikan," katanya.
Penghargaan tersebut adalah kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula yaitu dari lettu menjadi kapten yang kini sedang dalam proses administrasi.
"Dari pimpinan TNI juga menitipkan santunan kepada keluarga yang nilainya cukup signifikan. Negara tidak akan menelantarkan tetapi memberikan perhatian penuh," katanya.
Lettu Cpn Ginas Sasmita Aji dilahirkan di Madiun pada 6 Maret 1989. Almarhum meninggalkan satu istri dan satu putra.
Helikopter Bell 412 EP dinyatakan hilang kontak pada 24 November setelah terbang dari Bandara Juwata Kota Tarakan Kalimantan Utara pukul 10.54 Wita dengan tujuan Desa Long Bawan Kabupaten Malinau.
Helikopter diketahui ditumpangi lima orang dengan empat kru yang membawa logistik ke perbatasan. Satu orang selamat dari kecelakaan tersebut, yaitu Lettu Abdi Darnain. ***2***
(E013)
Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor : Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
TNI AL kerahkan heli dan pesawat untuk distribusi logistik di Sumatera--Aceh
09 December 2025 11:25 WIB
Pencarian heli hilang kontak di Tanah Bumbu dilanjutkan, kerahkan tim SAR udara-darat
02 September 2025 9:31 WIB
Tidak ada korban selamat di lokasi jatuhnya helikopter bawa Presiden Iran
20 May 2024 12:12 WIB, 2024
Tiga korban penumpang heli bell di hutan Halmahera ditemukan meninggal
21 February 2024 16:41 WIB, 2024