Yogyakarta,(Antara) - Lulusan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta diharapkan dapat menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri dan orang lain, kata pengurus Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Suyanto.

"Lulusan diharapkan dapat menjadi wirausahawan sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan," katanya pada upacara wisuda program sarjana dan pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, lulus dari pendidikan formal di perguruan tinggi memang membanggakan, tetapi hal itu bukan merupakan tujuan akhir. Lulusan akan memasuki pendidikan tinggi dunia nyata yang persoalannya lebih kompleks dan sulit.

Rektor UAD Kasiyarno mengatakan wisuda UAD periode Juli 2017 itu diikuti 957 lulusan dari 32 program studi strata satu dan enam program studi strata dua. Indeks prestasi komulatif (IPK) wisudawan periode ini rata-rata 3,44 atau naik 0,14 dari periode sebelumnya.

Kelulusan tercepat program strata satu atau sarjana diraih dua wisudawan dari Program Studi Farmasi yaitu Adhia Ulfa dengan IPK 3,87 dan Sidik Bimantara dengan IPK 3,86. Kelulusan tercepat itu dengan masa studi tiga tahun, enam bulan, 16 hari.

Wisudawan termuda program strata satu atau sarjana adalah Fivetha Titik Oktavia dengan IPK 3.08 dari Program Studi Farmasi yang lulus pada usia 20 tahun, sembilan bulan, tiga hari.

Untuk program strata dua atau pascasarjana, menurut dia, mewisuda 66 lulusan dari enam program studi. Wisudawan sebanyak itu terdiri atas empat lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, 12 lulusan Program Studi Pendidikan Fisika.

Selanjutnya, satu lulusan Program Studi Psikologi Profesi, 28 lulusan Program Studi Psikologi Sains Sekolah, 16 lulusan Program Studi Farmasi, dan lima lulusan Program Studi Managemen Pendidikan.

"Hingga saat ini program strata dua atau pascasarjana UAD telah mewisuda sebanyak 1.066 lulusan. Dengan demikian, alumni UAD sampai saat ini total berjumlah 40.637 orang," kata Kasiyarno.


(U.B015)

Pewarta : Bambang Sutopo Hadi
Editor : Luqman Hakim
Copyright © ANTARA 2024