Jip wisata Merapi gunakan jalur radius aman
Rabu, 23 Mei 2018 21:34 WIB
Ilustrasi jip wisata Merapi (Foto antaranews.com)
Sleman (Antaranews Jogja) - Meskipun status Gunung Merapi meningkat menjadi waspada, jip wisata "Volcano Tour" di objek wisata Kaliurang Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tetap melayani wisatawan dengan menggunakan jalur dalam radius aman.
"Memang saat ini sudah tidak ada aktivitas wisata pada radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Namun masih tetap ada aktivitas wisata di luar radius tersebut," kata Ketua Paguyuban Jeep Wisata Merapi Wilayah Barat Dardiri di Sleman, Rabu.
Dia menjelaskan untuk jip wisata Lava Tour Merapi hanya melewati rute tertentu dan tidak sampai radius tiga kilometer dari puncak.
"Jip wisata Lava Tour tetap beroperai, hanya saja tidak sampai bungker di Kaliadem, Kepuharjo yang berjarak kurang dari tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi," katanya.
Ia mengatakan wisatawan jip wisata "Lava Tour Merapi" diarahkan hanya sampai Museum Sisa Hartaku dan Batu Alien, setelah itu manuver air di aliran Sungai Kuning.
"Adanya erupsi freatik dan naiknya level status Gunung Merapi menjadi waspada, memang jumlah wisatawan menjadi turun derastis. Namun, penurunan wisatawan bukan hanya karena erupsi Merapi, tetapi juga karena memasuki Bulan Puasa," katanya.
Sebelumnya, BPPTKG Yogyakarta menaikkan status aktivitas Gunung Merapi dari normal menjadi waspada, pada Senin (21/5), pukul 23.00 WIB.
Peningkatan status tersebut disebabkan letusan freatik disertai gempa vulkanik tektonik serta gempa tremor yang berulangkali.
"Memang saat ini sudah tidak ada aktivitas wisata pada radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Namun masih tetap ada aktivitas wisata di luar radius tersebut," kata Ketua Paguyuban Jeep Wisata Merapi Wilayah Barat Dardiri di Sleman, Rabu.
Dia menjelaskan untuk jip wisata Lava Tour Merapi hanya melewati rute tertentu dan tidak sampai radius tiga kilometer dari puncak.
"Jip wisata Lava Tour tetap beroperai, hanya saja tidak sampai bungker di Kaliadem, Kepuharjo yang berjarak kurang dari tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi," katanya.
Ia mengatakan wisatawan jip wisata "Lava Tour Merapi" diarahkan hanya sampai Museum Sisa Hartaku dan Batu Alien, setelah itu manuver air di aliran Sungai Kuning.
"Adanya erupsi freatik dan naiknya level status Gunung Merapi menjadi waspada, memang jumlah wisatawan menjadi turun derastis. Namun, penurunan wisatawan bukan hanya karena erupsi Merapi, tetapi juga karena memasuki Bulan Puasa," katanya.
Sebelumnya, BPPTKG Yogyakarta menaikkan status aktivitas Gunung Merapi dari normal menjadi waspada, pada Senin (21/5), pukul 23.00 WIB.
Peningkatan status tersebut disebabkan letusan freatik disertai gempa vulkanik tektonik serta gempa tremor yang berulangkali.
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor : Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Sleman terima "ubarampe" upacara adat Labuhan Merapi dari Keraton Yogyakarta
19 January 2026 17:41 WIB
SMA Global Darussalam Academy Yogyakarta siap cetak generasi unggul berkarakter dan keislaman
19 December 2025 21:31 WIB
BNNK Sleman tes urine operator jip Lava Tour Merapi jelang Natal-Tahun Baru
18 December 2025 19:03 WIB