Jakarta (ANTARA) - Banjir bandang bercampur lahar Gunung Merapi di Magelang, Jawa Tengah, berangsur surut sehingga operasi pencarian dan pertolongan korban hilang bisa dilanjutkan hari ini, Kamis, sebagaimana dipastikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, mengatakan bahwa tim SAR per hari ini melakukan penambahan personel serta dukungan peralatan berat guna mempercepat proses pencarian dan pertolongan.
BNPB mengkonfirmasi sementara ini ada dua orang warga yang dilaporkan hilang dalam pencarian oleh tim SAR. Jumlah korban hilang dimungkinkan masih akan bertambah seiring melihat masifnya dampak banjir bandang bercampur lahar Gunung Merapi itu.
Abdul menjelaskan bahwa banjir lahar terjadi pada Selasa (3/3) setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi dan sekitarnya, sehingga memicu meluapnya Sungai Senowo di Kecamatan Dukun.
Dalam peristiwa itu, dua warga dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir lahar. Beruntung jasad kedua korban atas nama Heru Setyawan (25) dan Arif Fuad Hasan (26) telah berhasil ditemukan beberapa saat setelah kejadian.
BNPB menerima laporan ada enam warga yang mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh petugas kesehatan setempat.
Dari sisi dampak kerusakan, hasil pendataan sementara BPBD Kabupaten Magelang mencatat satu unit truk terseret arus, satu jembatan terputus, serta tiga jembatan lainnya mengalami kerusakan.
Banjir lahar ini juga berdampak pada delapan kelurahan yang tersebar di wilayah Kecamatan Dukun, Sawangan, dan Mungkid.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Banjir lahar Gunung Merapi di Magelang surut, operasi SAR dilanjutkan
